SEJENAK TERHARU Bersama BAPAK INDAR ATMANTO


Indar Atmanto
Lapas Sukamiskin Bandung
Berkunjung ke Lapas Sukamiskin baru pertama kalinya saya lakukan, secara jarak tempat ini tidak begitu jauh dari tempat tinggalku. Dalam hati sih pernah terbersit ingin mengunjungi tempat ini kelak, alhamdullilah kesampaian juga. Berkunjung disini bukan ingin menemui para penghuni Lapas, tapi lebih kepada sosok bangunannya yang begitu megah dan kokoh.

Saya tiba paling awal dari rombongan para Blogger dalam acara kunjungan ke Lapas Sukamiskin. Tidak berapa lama, rombongan Blogger dan anggota PWI Jaya tiba. Tak sabar saya ingin segera memasuki tempat yang dijuluki "Alkatras"nya Indonesia ini. Setelah dipersilahkan masuk, kami digiring memasuki aula Lapas. Cuaca panas menyeruak membuat kami sedikit gerah, haus. Untungnya sebelum acara dimulai kita dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang memang sudah disediakan.

Saat hendak mengambil desert, ada sosok laki-laki berbaju batik kuning memakai sepatu kets dibelakang saya. Bisik-bisik dari teman "itu lho Pak Indar Atmanto!".. Familier banget sih dengan nama ini, namun baru kali itulah saya bisa bertemu dan bertatap muka dengan beliau. Orangnya ramah, murah senyum terlihat sangat humble. Beberapa kali saya coba menelisik karakter Bapak Indar ini, entahlah ada perasaan lain saat melihatnya harus berada di tempat yang tidak seharusnya beliau berada.

Tibalah pada acara selanjutnya yaitu sesi pengenalan Kalapas Sukamiskin, namun ternyata beliau mendadak berhalangan hadir jadi diwakili kepala bagian yang entah siapa namanya saya lupa :D. Selanjutnya sesi Pak Indar Atmanto menyampaikan sedikit keterangan soal internet. Dari pembicaraan yang beliau sampaikan saya jadi tak habis pikir, bagaimana seorang INDAR ATMANTO harus dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi pengadaan jaringan 2,1 GHz/3G PT. Indosat yang mengharuskan beliau mendekam selama 8 tahun kurungan penjara.

Upaya kasasi yang diajukan pun ditolak kejaksaan. Jadilah beliau mau tidak mau harus menerima putusan yang sangat tidak adil. Sistem peradilan macam apa sebenarnya negeri kita ini. Inilah akibat dari putusan MA yang tidak sesuai UU/Pola Bisnis Telekomunikasi, yang tidak mungkin para ISP yang jumlahnya lebih dari 300an itu terancam pidana juga. Duh, saya cuma bisa ngurut dada, miris. Iya lah, kita terancam kena sangsi kalau internet kita bakal dimatikan/shutdown, karena sebagian besar memang melanggar hukum.

Seorang INDAR ATMANTO yang sudah memiliki jasa bagi pertelekomunikasian Indonesia sebagai penggerak  berdirinya mobile broadband paling inovatif dai WBA (Word Broadband Alliance), Top Brand Award juga Call Center Award dari berbagai lembaga terkemuka di Negeri ini. Ya, sudahlah mungkin ini memang jalan yang harus Bapak Indar Atmanto lalui. Saya yakin dan percaya akan pengabdian dan jasa Bapak akan mendampat ganjaran yang setimpal. Karena saya suka berpuisi, ada sebuah lantunan puisi yang memang saya khususkan buat Bapak dan Ibu Amy Atmanto.

Julayjo
Foto diambil dari Antara

Di Ujung Jalan

Tanah terpijak dari kaki-kaki penuh solusi
Udara menyeruak mengelabui dasar ambisi
Dalam payung hukum yang jelas tak tiada diski
Kabar sengketa berubah bak sangkakala keji

Dalam diam sesaat dikau berupaya merebak surat
Ceritakan nasihat yang tiada didengar si perangkat
Masa jejakmu terlanjur di hujat
Kau merajut singgasana tak pantas namun syarat

Tatapanmu berat 
Liuk tubuhmu kasat
Ucapmu menyayat
Jemarimu tetap kuat

Dalam doa tak berkalimat
Aku, kami, tetap kan menjemputmu
Saat masa itu tiba
Sabar.... di titk yang semestinya

45 comments

  1. Aku suka dengan kemesraan pak indar ke bu Ami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mak, aku beberapa kali ga kuat nahan air mata ^-^

      Delete
  2. Allah maha adil mba yuli, semoga kesabaran pak indar dan istrinya berbuah manis aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak Dew.. salut sama kesabaran mereka.. ^ - ^

      Delete
  3. Aku pernah denger juga cerita tentang Pak Indar ini. Ga fair, ya. Ah sudahlah. Iya, Allah lebih adil, maha Adil dan putusan pengadilan itu ga ada apa-apanya sama kesabaran beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Fi... saya sampai ga bisa ngomong apa-apa..

      Delete
  4. Puisinya bagus banget mb Yuli, mari kita doakan bersama agar keadilan untuk pak Indar lekas diberikan, kalaupun tidak di dunia, pasti akan diperhitungkan di akhirat nanti, Semoga pak Indar dan keluarga diberi kesabaran yang tak terbatas ya..

    Salam kenal mb yuli, sepertinya kunjungan perdana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Intan, semoga ya Pa Indar bisa segera terbebas :D

      Delete
  5. Begitulah hukum di Indonesia, kebanyakan orang baik dan berjasa akan berakhir dengan tidak menyenangkan atau dicarikan celah agar di nyatakan bersalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, memang begitu keadaanya ya Om timur, simalakama dibuatnya :)

      Delete
  6. Semoga beliau bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menjadi sebaik-baik manusia yaitu yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.
    Juga waktu yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas ibadah.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya P'de kita doain saja yang terbaik. Betul kata P'de, menjadi sebaik-baik manusia yaitu yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

      Salam hangat dari Bandung juga Dhe :)

      Delete
  7. Semoga Pak Indar diberi kekuatan ya mbak.. Btw, pusinya keren..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe mba Rita, puisi dadakan. Iya, semoga saja ya kita doakan yang terbaik buatnya

      Delete
  8. rasanya pernah dengar namanya mbak, tapi saya kurang nyimak juga... semoga pak Indar mendapatkan balasan yang lebih baik di masa depan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Juniarto, awalnya saya juga ga ngeh, tapi setelah ada pertemuan kemarin jadi tahu duduk persoalannya.

      Delete
  9. Pengalaman keren bisa meliput di LApas dan bertemu dengan teman2 media dan subyek liputan :) betewei toss template blog kita kembar mbak :) Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, mba Chris.. iya templete kita samaan yak, Iya pengalaman bertemu mereka bikin nambah pengetahuan saya. Makasih ya kunjungannya :)

      Delete
  10. Semoga beliau bersabar dalam menghadapi cobaan ini ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaai kaka akin, bagaimana kabarnya? lama nian dirimu tak tengok diriku. Iya makasih doanya, kita serahkan saja pada yang maha kuasa ya.

      Delete
  11. Sering gagal paham ya mba, sama hukum di negeri ini, semoga beliau dan keluarga dikaruniai kesabaran dan kekuatan yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget deh, hukum yang bisa dimonopoli *ops, kita doakan saja semoga Pak Indar selalu sabar

      Delete
  12. Suka dengan puisinya mbak... Saya kurang mengikuti kasus hukum beliau namun semoga ada hikmah dari kejadian ini ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi isi hati setelah bertatap muka langsung dengan beliau, itu riil yang saya rasakan. Betul semoga banyak hikmah bt keluarganya juga buat kita-kita tentunya

      Delete
  13. kasus yang sampai saat ini membingungkan saya. Semoga Pak Indar tegar,

    ReplyDelete
  14. Kita semua dibuat bingung memang kang.. iya semoga saja mereka diberi ketegaran ya

    ReplyDelete
  15. Insya Allah berbuah manis, kalau beliau bisa menghadapi cobaan ini dengan cara yg terbaik..... masih ada beberapa org seperti beliau, namun beruntungnya beliau terekspose seperti ini ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul te Ida.. beliau mungkin masih beruntung ada banyak pendukungnya yang siap sedia membantu

      Delete
  16. Masya Allah..Masih membagi ilmu di dalam sana..

    Allah Maha Tahu dan sebaik-baik perencana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga keadilan cepat menghampiri beliau ya, kita doakan saja :)

      Delete
  17. Salam kenal mbak.
    Saya lah sering denger ttg Lapas Sukamiskin tpi blom kesana aja #di Bandung juga.
    Btw terima kasih ceritanya jadi nambah informasi + puisinya indah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk atuk main ke Bandung... btw, puisi dadakan inimah :D

      Delete
    2. Um.. Saya orang Bandung juga sihh hihi #malu

      Delete
  18. Semoga keadilan dan ketegasan hukum bisa merata di Negara ini.. :)
    yang salah dikatakan salah dan yang benar dikatakan benar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga keadilan itu tepat pada sasarannya ya bang Kornel :D

      Delete
  19. subhanallah, mengenal sosoknya dr tulisan mba yuli bikin merinding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Rani.. itulah politik "mungkin" nyari kambing hitam dulu, kita doakan saja semoga pa Indar dapat keadilan :)

      Delete
  20. semoga beliau mampu melewati ujian kehidupan ini, semoga pula nantinya membawa kebaikan dan keberkahan untuk beliau dan keluarga
    salam :)

    ReplyDelete
  21. Semoga Pak Indar semakin mendapatkan banyak pencerahan di penjara dan semakin bercahaya hidupnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya P Ustad, semoga dengan jalan yang dihadapi p Indar kedepannya akan ada sesuatu yang terbaik bagi beliau, amiin

      Delete
  22. ish sayang banget kemaren ngga ikutaan acara ini >.<

    bicara soal keadilan di negri ini masih berat ke bawah yah Makk :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, padahal kita belum juga pernah ketemu ya mak... dan keadilan ini memang agak sedikit timpang

      Delete
  23. Follow kolom blogmu manakah mak ?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini dan demi kesehatan jiwa dan raga *ahelah. Maaf komentar yang menyertakan link hidup akan saya libas! :))