Terhapus

Sedari malam yang berawal dari sore

Sadar diri setelah mencari keberadaannya


Kutelusuri kejadiannya, namun tak kutemui alasannya

'Padahal aku memuji...

'Padahal aku meneliti...

Namun sengaja kau hilangkan jati diri, mengapa?

Aku rindu kalimat sontak itu, kerap kau tuang dalam postingan

Aku baca semua kisahmu, karena kau menginspirasiku

Bukan dengan ucap kita bersua, namun seluruh kalimat itu jadi tak genap

Dan bukan dengan asmara kuberkata hati

Hanya keelokan kalimat yang membuatku terus mencari

Mengapa kau membalikkan diri diantara ketiadaan itu?...

Tapi diakhir kusadar apalah arti seorang "yuli".... Aku.

10 comments

  1. dalem maknanya ni mbak... He2..
    Puisinya bagus... Aku suka.. :)

    ReplyDelete
  2. waaah jadi malu niy Nov... terimakasih dah mampir ya say..

    ReplyDelete
  3. ketiadaan yang nyata, namun sulit menangkap makna dari semua yang dirasakan... sungguh filosifis sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena seorang telah melepaskan, dan tercerai aku dari kalimatnya..

      makasih bang kunjungannya.

      Delete
  4. Replies
    1. Ahh masa sih... Saya atau puisinya niy bang..? hehehe

      tq bang kunjungannya.

      Delete
  5. Mksh Mba to Renungannya: salam kenal: catatan-sunyi.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. yoii, sama sama.. salam kenal kembali.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini dan demi kesehatan jiwa dan raga *ahelah. Maaf komentar yang menyertakan link hidup akan saya libas! :))