Diamlah

foto dokumen





Sesakit inikah purnama diatas yang hanya memancarkan cahaya redup dan gembira

Bahkan kuketahui ada sisa gemerlap ampas tadi siang

Dibaca dan dijabarkan, hanya peluh tanpa kesan, aku marah


Bertarung dengan kalimat yang sengaja kau uraikan, aku marah



Berdialog dengan keadaan diantara sesal dan malu, aku suka



Hilang sekejap diriku tuk bisa memahami waktu



Mencari keterangan dibilahnya jurus yang kau ajukan, aku sedikit diam



Sungguh keadaan apa ini



Lalu berdamaiku dengan sanubari, dan berkilah"biarlah



Semenjak diam kau sebarkan, lalu kutautkan diantar damar damar yang gersang



Hanya senyuman kecil tanpa arti, dan akupun menunduk


4 comments

  1. :)
    good writing
    :)
    jangan marah
    :)
    Diamlah
    :)





    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...Om Gus...saya udah diam dari tadi ommmmm...hehehe

      Delete
  2. Ijinkan satu kalimat Mba.

    Menyapa dengans senyum persahabatan, Setelah itu diam.

    Salam wisata

    ReplyDelete
  3. Hmmm..mbak..diam tuh udah jadi "poin" kok...:)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini dan demi kesehatan jiwa dan raga *ahelah. Maaf komentar yang menyertakan link hidup akan saya libas! :))