Top Social

Mengenal Pelantun Bahasa Tubuh Seorang Ibel Tenny

Minggu, 08 Oktober 2017

"suatu saat nanti aku akan membuktikan mimpiku jadi nyata" 

Nama          : Ibel Tenny

Domisili      : komp. Bukit Arcamanik Bandung

Hobi            : Nyanyi, Traveling dan makan makanan yang pedes kecuali semut dan balsem

Judul Lagu : Bahasa Tubuh



Lirik  

saat kutatap kedua matamu
kulihat tatapanmu penuh dengan ketakutan
tak usah kau sembunyikan semua
karena ku tahu bahasa tubuhmu

yang aku ingin
hanyalah kejujuranmu
yang ku tak ingin
kulihat lagi bahasa tubuhmu

yang aku ingin
hanyalah kejujuranmu
yang ku tak ingin
kulihat lagi bahasa tubuhmu

yang aku ingin
hanyalah kejujuranmu
yang aku tak ingin
kulihat lagi bahasa tubuhmu 


“Awal mula main musik sebetulnya sudah sejak SMP, cuma karena orangtua belum mengizinkan akhirnya sembunyi-sembunyi”. Ungkapnya, mengawali pembicaraan saya dengan seorang dara mojang priangan bersuara merdu, Ibel Tenny.

Di tahun 2012 Ibel tergabung dalam satu band cewe bergenre rock and roll di Kota Bandung, pernah mengeluarkan debut single perdana serta main di event-event besar di Kota Bandung dan beberapa kota lainnya. Hanya tiga tahun Ibel tergabung dalam grup band itu, selebihnya mengalami kevakuman.

Ibel pun mengisi kekosongan itu dengan mengikuti salah satu ajang pencarian bakat "Dewi Dewi Mahadewi" di salah satu stasiun tv nasional hingga masuk 10 besar (ada yang masih ingat?). Setelahnya sempat istirahat di dunia permusikan dan lebih fokus menjalankan satu usaha kecil. Lantas diawal tahun 2017 Ibel kembali melanjutkan aktivitas bernyanyinya dan bekerjasama dengan Mans Entertainment.

*Disela pembicaraan saya dengan Ibel, tiba-tiba dia minta izin untuk sholat dulu (anak shalehah nih)

Lantas kamipun melanjutkan pembicaraan yang terpotong tadi. Ibel ini ternyata dulunya ketakutan sama cuaca panas, mungkinkah dulunya tinggal di goa atau sering berteman dengan Vampir? “karena kalau udah terkena cuaca panas idungku berdarah, wkwkwk”. Ucapnya sambil terkekeh.

Ada cerita lucu yang Ibel ungkapkan, katanya setelah menajalani UN (SMK Jurusan Administrasi Perkantoran) dan dimana waktu itu adalah pertama kalinya Ibel mengalami menstruasi, merasa gengsi atau lebih tepatnya sih bingung kalau menurut saya. Ibel malu untuk bertanya termasuk pada orangtuanya dan keluarga.

“.. akhirnya aku beli pembalut sendiri, teh, dan salah masang, malah perekatnya yang kepasang ke mis V, karna saking paniknya, degdegan campur aduk pokonya, ahahhaha..” duh, ni anak polos amat yah, hahahaha.

Disini ada satu kejadian yang ga bisa aku lupa, ungkapnya. “Ceritanya aku pulang sekolah itu enggak pernah tepat waktu bahkan bisa sampai sore, aku bohong sama orangtua bilangnya les padahal ke studio music (mudah2an org tuaku ga baca blog ini)” katanya sambil tertawa. Namun lama kelamaan orangtuanya mengetahui tindakan anaknya, dan mendapat hukuman tidak diperbolehkan ke luar kamar sama sekali (bandel sih wkwkwkw).

Setelah kejadian itu Ibel Tenny pun mulai merenung, antara galau, gelisah dengan hasrat bermusiknya yang tidak mendapat persetujuan kedua orangtuanya. Sampai ia pun harus mengambil keputusan untuk berhenti mengunjungi studio musik dan menjadi anak penurut.

“Ngomongin masalah Perguruan Tinggi kebetulan aku enggak Kuliah, karna aku niatnya enggak mau kuliah tapi ingin jadi musisi, sampai berdebat sama orangtua, disitu mulai kepikiran mungkin aku milih kerja dulu. Dan kebetulan banget saat itu ada peluang bekerja di salah satu clothing dan menjadi sekretaris bank training di salah satu perusahaan, buat buktiin aja ke orangtua kalau aku bisa berusaha sendiri, sampai aku bisa menemukan titik yang aku mau. Tidak kuliah bukan berarti tidak bisa mencapai cita-cita, hehehe” Ungkapnya penuh semangat.

Tak terasa obrolan kamipun hingga menjelang senja, saya dan Ibel menyudahi pembicaraan. Sempat saya berpikir sewaktu ia mengatakan “Jalan menuju titik ini sedih ya, Teh..” saya merasakan apa yang ia alami memang tidak mudah, muda dan punya kemampuan itu harusnya memang mendapat dukungan orangtua. Supaya anak bisa mengembangkan bakatnya menjadi lebih baik lagi.

Namun kini, akhirnya kedua orangtuanya paham akan keinginan dan kemampuan yang dimiliki Ibel, dan mendapat restu. Senang pastinya ya Ibel ini. Makanya diawal tahun ini berani mengeluarkan single perdana. Dengan harapan segalanya menjadi lebih baik, terutama untuk single Bahasa Tubuh dan bisa diterima pecinta musik khususnya Kota Bandung dan umumnya se-Indonesia.

Yuk atuh, kita dukung lagu Bahasa Tubuh dari mojang priangan satu ini, caranya mudah, tinggal aktifkan RBTnya di XL : ketik37400002 kirim ke 1818, Tsel : ketik IBEAU kirim ke 1212 dan sudah bisa beli di iTune juga lho.

Bahasa Tubuh


Stt… bocoran, Ibel Tenny saat ini masih sendiri alias jomblo, silahkan kepoin Instagramnya @ibel_tenny tapi katanya doi mau fokus dulu sama karirnya. Perjuangkan guys!
15 komentar on "Mengenal Pelantun Bahasa Tubuh Seorang Ibel Tenny"
  1. Perjalanan Ibel ternyata nggak mudah juga ya, mana pake acara dilarang ortu segala. Salut sama perjuangannya menggapai mimpi. Mak Yul keren euy bisa dapat wawancara ekslusif begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah, iya nih Nic.. sukur aja sih anaknya ternyata humble banget..

      Hapus
  2. Waaah patut dicontoh.. Si Ibel maksudnya.., walo bandel tapi nurut orang tua. Yang ngaku jomblonya, mak yul jangan ikutan nyontoh ya.. Hahaha

    BalasHapus
  3. Template blog nya hampir sama dng template blog saya. Hmmm.. Tp kayaknya agak sedikit bagus punya saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwkkwkw... sesama templete bawan blogger dilarang saling mendahului -lah hahahah

      Hapus
  4. Mak, kok sampek nyeritain selangkangan mak, ngilu pala ku mak.

    Tapi baguslah, besok saya juga mau ngepoin Teh Ibel, siapa tahu terinspirasi untuk nulis tentang doi, cantik sih.. #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah... kamumah fokusnya kesitu..dasaaaar wkwkwk.

      Hapus
  5. Menginspirasi Mak.. kadang hasrat hobi dilawan orang tua juga. Sedihhhhhh

    BalasHapus
  6. Tidak semua nasehat orang tua menyesatkan atau malah justru menggenapkan.
    Kudu cari tahu kenapa mereka begitu. Karena pada hakikatnya, tak ada orang tua di dunia ini yang ingin anaknya menderita. Itu menurutku.

    Terkadang kita harus menunggu. Iya menunggu saat yang tepat.


    BalasHapus
  7. bening mak, kalo ketemu lagi salamin yak haha

    BalasHapus
  8. Lagunya lumayan ya.. Smoga jadi the next rising star

    BalasHapus
  9. Cantik" cewe bandung iya mak, maka nya klw kesana malu-malu berkenalan. Tapi dengan bahasa tubuh kita bisa tau dia menerima saya or tidak . :) :) :)

    BalasHapus
  10. boleh juga nih mak kayanya lagunya bagus coba coverin lagu jepang mantav tuh mak

    BalasHapus