Sosialisasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) Melalui Acara Fun Bike

Hari Minggu kemarin saya mendapat undangan untuk ikut serta memeriahkan acara fun bike juga pengenalan tentang Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) dengan tema "#SNIMelindungiKonsumen #FunBike2017 yang di selenggarakan  Badan Standarisasi Nasional (BSN). Di Kantor BSN yang terletak di kawasan Jln. M. Thamrin, Jakarta.

Karena hari itu Hari Minggu bertepatan dengan acara car free day, dimana banyak orang yang memanfaatkan kawasan bebas asap kendaraan bermotor ini sebagai sarana olah raga. Saya sendiri baru pertama kalinya menginjakkan kaki di kawasan cfd ini, rasanya selain asik bisa jalan-jalan di jalanan tanpa kendaraan juga menikmati pemandangan hutan beton Ibu Kota tanpa "kemacetan".


Acara fun bike dimulai jam 6 pagi dan pelepasan peserta sekitar jam 7 pagi. Berhubung saya tidak ikut sebagi peserta fun bike, jadinya saya dan beberapa teman-teman dari Komunitas ISB yang tidak ikut, diperkenankan untuk meliput di area acara. Oh iya, ada hiburan live musiknya juga lho. Sambil menunggu kedatangan para peserta funbike, momennya saya abadikan melalui foto-foto. 


Tak lama kemudian, sekitar jam 9 pagi, setelah para peserta funbike berdatangan. 
O, iya. Di acara ini juga ada bazarnya, walaupun tidak banyak varian menunya, tapi dipastikan menu yang disajikan sudah berlabel SNI, halal tentunya. Hadir sebagai narasumber, Kepala BSN, Bapak Prof. Dr. Bambang Prasetya. Beliau mengatakan bahwa, pemerintah melalui Kementerian Teknis, terkait penetapan beberapa produk yang wajib mendapat pengesahan/label SNI sebelum diedarkan kepada masyarakat luas.


Kurang lebih ada 205 produk yang wajib berSNI, beberapa contohnya adalah produk, helm, air mineral dalam kemasan (AMDK), ban, pupuk, baja, selang dan regulator gas, juga produk mainan untuk usia maksimal 14 tahun, dan banyak lagi yang lainnya. Untuk update informasi terkait SNI termasuk tata cara memdapatkan label SNI. Bisa diakses di sisni.bsn.go.id.

Untuk penerapan SNI yang dapat dipertanggungjawabkan, setidaknya ada tiga pihak yang bisa diperoleh manfaatnya secara langsung. Yang pertama yaitu, Produsen, dalam hal ini pastinya akan tertantang untuk selalu berinovasi, sehingga memiliki daya jual dengan kualitas baik.

Selanjutnya adalah Konsumen, dengan adanya SNI konsumen bisa terbantu dari informasi akan bahaya yang mengancam keselamatan, kesehatan, juga lingkungan. Dengan SNI pula kita sebagai pengguna sebuah produk, bisa menikmatinya tanpa merasa waswas antara harga dan kualitas.

Selain itu hadir pula Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Bapak Tulus Abadi. Pemaparan beliau akan pentingnya kepuasan konsumen terhadap produk, menjadi prioritas YLKI, demi melindungi hak konsumen akan kenyamanan dan keamanan dari barang yang dibelinya.

Hal ini pun sesuai dengan amanah dari UUD No. 20 tahun 2014, ungkap Pak Bambang. Bahwa BSN memiliki tugas dan tanggungjawab akan standarisasi juga penilaian kesesuaian, mulai dari pemrograman, perumusan, penetapan dan pemeliharaan (kajian ulang) SNI. 

Pada prinsipnya seluruh SNI yang diterapkan oleh BSN, penerapannya bersifat suka rela. Namun untuk tujuan tertentu, misal :
1. Perlindungan konsumen, tenaga kerja pembuat produk, juga masyarakat dari segi keselamatan, keamanan juga kesehatan.
2. Pertimbangan keamanan negara,
3. Tuntutan perkembangan ekonomi serta lancarnya iklim usaha demi persaingan yang sehat,
4. Lingkungan hidup,
Intinya, bahwa SNI yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat, bukan semata-mata untuk produk atau barang saja. 

Sebelum acara berakhir, BSN memperkenalkan maskot terbarunya yang diberi nama Si Rino Sahabat SNI. Maskot Rino ini diadaptasi dari hewan Badak Bercula Satu, filosofinya tak lain adalah karena badak merupakan hewan tangguh, mamalia terbesar kedua di dunia yang masih hidup sampai sekarang. 


Kostum yang di pakai Si Rino disisipkan atribut wayang Gatotkaca, yang tentunya ini menjadi lebih berkarakter, perpaduan antara Badak Jawa dan Wayang Gatotkaca menjadi lebih hudup. Ini artinya bahwa SNI sebagai ukuran sebuah standarisasi di Indonesia ingin memberikan kenyamanan, kekuatan dan mampu melindungi penggunanya. 

Jadi, sudah fahamkah kita untuk senantiasa memperhatikan produk yang ber abel berSNI? 

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
22 Komentar
avatar

Itu pisangnya juga sudah ber-SNI mba? Hehehe..

Helm dan beberapa produk yg saya pakai sudah ber-SNI mba.. beberapa mainan saya jg sdh SNI

Balas
avatar

Acaranya bagus sekali ini. Masih banyak yang gak ngerti dan gak mau ngerti soal SNI. semoga dengan adanya acara ini jadi makin membuka pikiran masyarakat luas soal SNI, Mak....

Balas
avatar

Telepon berlabel SNI bentuknya pisang ya kak? #eh
Emang penting sih ya, ada standar utk barang2, jd yg dijual ke konsumen memiliki kualitas oke dan ga asal.

Balas
avatar

Sebenarnya label SNI ini bisa dipalsukan gak siih, mak?
Karena hanya berbentuk stiker hologram untuk barang-barang tertentu, tidak tercetak di barangnya langsung.

Dan karena ber-SNI, biasanya harga barangnya jadi lebih mahal.
Hehhee...

Balas
avatar

Sekarang banyak banget produk-produk yang berlabel SNI. Bahkan baju anak pun labelnya SNI. Padahal selama ini kupikir hanya untuk produk2 penting yang menyangkut keselamatan manusia.

Balas
avatar

Aku suka adegan di foto paling akhir! benar benar mencerminkan jati diri. ngga bisa dipungkiri.

Balas
avatar

Huhh syedih, helmku masih belum SNI -_-
Gagal fokus sama pisangnya, aku mau tuh mbak, buat asupan kepala. ehh puasa ding. hehee

Balas
avatar

Jadi, bagaimana membedakan ciri Cinta yang sudah SNI, mak?

Balas
avatar

Aku cuma tahu helm doang yang harus berSNI. Ternyata banyak ya, Mak. Itu si Rino lucu pisan, boleh buat aku ga ya?

Balas
avatar

Si Rino lucu amat ya, Badak Bercula Satu kebetulan hidup juga di daerah Banten. Beberapa ratus km dari Tangerang.

Balas
avatar

Udah lama gak ketemu mbak Yul, ko terasa kurusan ya atau gara" acara funbike pipinya jadi kecil?
Note: sebagai anak otomotif beberapa tahun kemarin #ehh dari dulu emang sudah digembor-gemborkan dari mulai Ban sampai pelk sekali pun. Cuman hanya wacana semata, semoga aja setelah acara sosialisasi ini mudah-mudahan terwujud deh persoalan produk harus ber-SNI

Balas
avatar

Mak, itu Pisangnya berSNI juga? Bahahaha

Sekarang aku jg cek label SNI. Pakainya jd tenang krn sdh berstandar bukan bersandar padamu

Balas
avatar

Mak, itu Pisangnya berSNI juga? Bahahaha

Sekarang aku jg cek label SNI. Pakainya jd tenang krn sdh berstandar bukan bersandar padamu

Balas
avatar

Andai semua hal ttg keselamatan sdh diSNIin smua. Memang jatuhnya agak mahal, tapi gak apa2 sih

Balas
avatar

Aku salahsatu yg blum mengedepankan pentingnya SNI. Hiks.
Taunya helm doang yang harus SNI, aku bukan warga negara yg baik,pdhal itu untuk kepentingan aku juga ya

Balas
avatar

Yess.. dgn ada SNI konsumen terlindungi

Balas
avatar

Dari tadi aku menunggu cerita kalau-kalau dirimu tampil sebagai apa gitu, lho, Baginda. Setelah selesai baca. Ternyata.. Sebagai.. Rino! Hahaha.

Balas
avatar

Maskot acaranya lucu juga mak. Btw, kok foto yang sepeda engga di masukin ya. Malahan foto pisang telpon yang dimasukin haha

Balas
avatar

Aku juga kalau beli mainan anak ngliat udah SNI atau blm Mak, supaya terjamin aman buat anak2
TFS ya infonyaa

Balas
avatar

Aku mulai merhatiin SNI sejak ada kampanye helm SNI, jadi merhatiin kalau produk sni tuh bagus dan bermutu karena sesuai standar nasional. Ada lagi tuh selain sni, sii kalau gak salah namanya.

Balas
avatar

Soal SNI, jangan taunya helm aja ya hehe.. bahkan ada yang namanya Standard Kompetensi di Profesi, nama lembaganya Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner