Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian
Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian
Bekerja tanpa gaji bulanan, kebutuhan hidup semakin meningkat belum lagi keperluan anak-anak sekolah yang semakin hari semakin menuntut kita untuk mempunyai keuangan ‘lebih’. Tidak usah berkecil hati dan membandingkan dengan mereka yang mempunyai penghasilan bulanan. Percayalah setiap manusia sudah punya takarannya masing-masing, Allah tidak akan mempersulit hidup kita sebaliknya Allah itu maha adil, segala kebutuhan itu bisa kita penuhi, asalkan mampu menjalankan apa yang namanya disiplin. Saya coba memberikan alternatif dengan tips 2 langkah sangat mudah mengelola keuangan gaji harian.

Seperti kita ketahui, (saya ambil contoh sopir Taxi) sopir Taxi ini mendapatkan penghasilannya secara harian dan tidak menentu pula. Kadang besar kadang juga kecil atau malah nombok karena cukup buat setoran saja, nah loh! Anak sama istri mau dikasih makan apa kalau kejadiannya seperti ini? Percayalah jika pekerjaan Anda saat ini sebagai sopir atau pekerja lepas lainnya yang hanya mengandalkan upah harian. Ada tips mudah untuk mengatasinya dan saya rasa ini sangat simple, bisa dilakukan siapa saja dengan catatan “mau dan niat”.

Langkah Pertama

Oke saya ambil contoh dari upah sopir Taxi ya, misalkan pendapatan anda saat ini sebesar Rp.200.000,- (ini belum tentu hari esoknya sama, malah bisa saja lebih) Sisihkan dahulu sebelum dipakai untuk keperluan rumah tangga, ambil saja Rp.50.000,- lalu simpan ditempat yang aman, laci terkunci misalnya, jangan disimpan didalam dompet, karena biasanya itu akan menggoda untuk digunakan. Atau Anda bisa juga mematok pengurangan sebesar 2,5 % dari penghasilan itu, karena anak Anda lebih dari satu, otomatis pengeluaran biaya hidup lebih besar. Setelah uang simpanan tadi terkumpul selama seminggu, cepat-cepat setor ke bank, ya. Jangan setor ke supermarket :D

Ajari istri Anda mengelolanya keuangan itu dengan baik, komunikasikan pendapatan Anda dan atur berdua pos mana saja yang lebih urgent/penting banget. Jangan tergoda lingkungan apalagi keinginan memeliki barang yang belum sepantasnya dimiliki. Syukur-syukur sih pasangan mempunyai penghasilan juga, ini akan meringankan beban suami, tapi ingat “suami” itu penanggung jawab. Karena saya perhatikan (biasanya, tapi tidak semua) jika seorang istri punya penghasilan si suami malah santai kayak di pantai dan tidak berambisi untuk memiliki penghasilan lebih.

Langkah Kedua

Lalu bagaimana mengelola uang belanja kebutuhan makan sehari-hari? Nah, disini diperlukan kekreatifan seorang perempuan (istri) tahu sendiri, harga bahan pokok setiap hari naik terus, ongkos sekolah anak-anak dan yang lainnya. Coba lakukan hal ini, misal saat membeli beras satu kilo, sisihkan segelas beras kedalam wadah yang berbeda, lakukan ini setiap Anda belanja beras, pun sama dengan gula, minyak karena ini kebutuhan utama jadi harus diprioritaskan. Kalau untuk sayur mayur sih ngga mungkinlah kita sisihkan tapi banyak ko sayuran yang masih terjangkau, tinggal disesuaikan dengan dana/budget yang dimiliki saat itu. Dalam sebulan tak terasa tabungan beras yang dikumpulkan itu akan mengurangi jatah uang belanja, dan dana untuk beli beras dibulan berikutnya bisa digunakan untuk keperluan yang lain.

Lauk-pauknya bagaimana? Masa sayur, tempe, tahu melulu (pasti bertanya ini) Lauk-pauk bisa kita jadwalkan dalam satu minggu tiga kali. Perlu diingat, hidup itu bukan untuk makan, tapi makanlah untuk bisa hidup. Jadi makanan ‘seadanya’ pun tidak akan membuat kita mati berdiri. Banyak lho orang-orang sukses mengawali hidupnya secara sederhana.
Ditengah perekonomian negeri kita yang masih terombang-ambing ini, ada baiknya menggali ide kreatif untuk keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak kita, cari cara bagaimana punya penghasilan tambahan lainnya.

Ya, semoga saja apa yang saya uraikan dari tips 2 langkah sangat mudah mengelola keuangan gaji harian ini sedikitnya bisa membantu mencari jalan  keluar  bagi Anda yang hanya mengandalkan upah harian. Tidak detil namun setidaknya ada hal yang bisa diambil untuk Anda aplikasikan dalam pengelolaan keuangannya.

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
11 Komentar
avatar

Kalau Fenny lebih sering ambil rata-rata bulanan baru dipecah ke harian, sehari maks keluar uang berapa, hehe

Balas
avatar

Hmmm klo saya sering ngumpetin uang sendiri. Diselipin kemana gitu. Kadang smpai lupa naruhnya dimana. Begitu kantong kosong langsung deh penjelajahan dimulai. Nemu uang itu senengg banget. Berasa dapet rejeki dadakan hhihi

Balas
avatar

hahaha.. jeung Fen.. hal klise kayak gini belum banyak orang mampu melakukannya.. apalagi dikalangan bawah..

Balas
avatar

Wahini.. saya banget deh, iya nemu uang 20 ribu disaku pas kondisi lagi mevet itusesuatuh banged :D :D

Balas
avatar

Koq sekarang mbak Yuli ngurusin gaji sopir taxi sih.....????

Balas
avatar

hahaha.. emang kenapa mas Edi.. ini kan buat artikel lomba :D

Balas
avatar

Wah kalo aku boros orang nya,, mungkin ni cara bisa di praktekan tapi parsial :)

Balas
avatar

Dikondisikan aja mas Ir.. siapa tau nantinya malah jadi kebiasaan :D

Balas
avatar

Mbk Yuli,mohon masukan...bgmn pengaturan blnjanya..saya ibu rumah tangga,anak 2( yg pling besar SD kls 1,yg kcil umur 3thn),suami driver pnghsiln 150rb perhari..saya dikasih suami harian 50-70rb..bgmn mngturny..rumh milik sndiri..listrik 900watt.trimkasih

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner