Perempuan "Menantang" Media Sosial

foto http://health.dekiben.com



Saya memang seorang Perempuan yang "Menantang" Media Sosial. Menulis sudah menjadi kewajiban buat saya. Disela kesibukan kerja selalu menyempatkan untuk menulis walaupun hanya satu paragraf. Terkesan lambat memang tapi daripada tidak sama sekali kan?. Ternyata dengan menulis energi kita mampu menyalurkan ide-ide yang seringkali tertanam hanya dalam benak.




Sukanya, banyak terjalin silaturahmi. Teman yang dulunya tidak kita kenal sama sekali jadi kenal pun juga kita bisa menemukan teman-teman semasa sekolah, teman masa kecil yang mustahil ditemui di dunia nyata. Seolah semua terangkum hanya dalam satu wadah Social Media. Ada peruntungan mengalir dari sana, selain semakin akrab kita bisa berbagi ide dan menghasilkan sebuah karya bersama entah itu berbentuk bisnis ataupun tawaran pekerjaan. Ada yang pernah mengalami? rasanya gimana, menguntungkan bukan?

Di era digital ini kita memang selayaknya mampu berjalan beiringan. Tinggal bagaimana kita mengolah semua itu dan menghasilkan suatu kebaikan buat diri kita sendiri, keluarga dan sesama. Ada banyak kemungkinan terlahir dari social media, tapi semua itu kembali ke diri kita sendiri. Ada niat ada tujuan dan pastikan itu berjalan diarah yang benar. Karena ada banyak kasus yang seringkali kita lihat di social media ini yang bikin hati kita miris dan menyangkan itu terjadi. Pastikan kita tidak terjebak di arena seperti itu. Kalupun terlanjur segeralah merubah haluan. Perempuan "Menantang" Media Sosial Kalu perlu tinggalkan sejenak untuk menginstropeksi diri kita sendiri. Jangan sampai kita terlambat menyadari "suatu" kesalahan itu akan berefek pada lingkungan dan jiwa kita.

Perempuan yang berkecimpung dalam aktifitas dunia maya, memang cukup rentan terkena imbas keakraban bersocial media. Dibutuhkan kekuatan emosi dan ketegaran juga keimanan. Bagaimana tidak jika suatu saat kita dihadapkan pada keadaan yang tidak mampu kita tepis karena tengah menghadapi tantangan dilema rumah tangga misalnya. Hal inilah yang seringkali terjadi. Akibatnya rumah tangga bisa bubar dan keluarga tercerai berai. Tidak mau dong dan jangan sampai ini terjadi ya. Rugi tingkat dewa deh hehe.

Saatnya Perempuan "Menantang" Media Sosial terutama yang sudah berrumah tangga mengencangkan perisai keimanan. Tetapkan hati untuk tidak terjerumus dalam lingkaran ini. Tipsnya mungkin ada baiknya bergabung ke dalam wadah komunitas atau grup kepenulisan, entah itu sastra puisi, belajar menulis, sharing budaya, kuliner, traveling dan lain-lain. Yang akan menuntun kita menjadi manusia lebih baik dari sebelumnya.

Komentar

  1. Semangat tetap menulis, Teh....

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kang titik.. saya selalu semangat, yes! :D

      Hapus
  2. Biar gak terjerumus ke hal yg kurang baik di media sosial mungkin ditetapkan niatnya dulu yah untuk apa perempuan bermedia sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul iya harus begitu, di niatkan dulu baru boleh ikut sosmed hehehe.. #antimainstream nih :D

      Hapus
  3. Setuju banget sama tulisan ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klop dong kalau begitu adek Fikri, semoga kelak dapat pendamping yang nurut yaa..eh :D :D

      Hapus
  4. Ayo nulis terus mbak.....!!! tapi tulisannya jangan terbalik ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. jadi pengen malu sama mas Edi nih, sudah di cek berkali-kali entahlah kalau masih ada typonya.. maafinlah, kasian udah nulis segini juga uyuhan mas :D

      Hapus
  5. Sepakat, Mak. Banyak banget manfaat yang kita tuai dari interaksi positif di dunia maya ini. Termasuk bisa mengenalmu, Mak Yuli! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiyaa, aku seneng banget bisa ketemu denganmu mak Ika.. walaupun cuma sekejap hiks..

      Hapus
  6. Terima kasih mbak buat arahan dan motivasinya, kbetulan belakangan ini juga gi semngat belajar nulis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Susi.. sama-sama saling mengingatkan itu lebih baik. Salam kenal yaa

      Hapus
  7. dimanfaatkan buat yang positif2 aja ya mbak sosmednya,
    salam kenal....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Batul mba Ila, harus yang bermanfaat. Sayang kalu harus buang waktu percuma dan tidak menghasilkan :D

      Hapus
  8. saya merasakan manfaat positif dari social media sebagai universitas kehidupan,, ketemu banyak orang dan mendapat beragam ilmu di sini.. salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas Prima, saya pun demikian. Ibaratnya kita sekolah gratis dari sosmed ini ya :D

      Salam kenal kembali

      Hapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

ASUS VivoBook S Dulu Guys!

Diamlah

Cerita ABG Yang Menggairahkan