Postingan

Menampilkan postingan dari September 25, 2014

KUDA RENGGONG TRADISI YANG MULAI PUNAH

Gambar
Diarak keliling kampung dibarengi tetabuhan musik gamelan juga nyanyian sinden yang melengking menutup suara Jalanan. Hari itu cukup membuatku takjub.

Betapa tidak, hal ini terakhir ku saksikan saat masih kanak-kanak. Dimana saya pun ikut-ikutan mengarak penganten sunat. Iya penganten sunat! Lucu, seru memang tradisi ini.

Kuda Renggong sebenarnya alternatif lain dari pilihan orang selain Singa Depok atau Sisingaan. Karena dihitung dari biaya sewa Kuda Renggong. Singa Depok atau Sisingaan lebih murah.

Satu Kuda Renggong bisa cukup untuk meramaikan pesta sunat, sedangkan Singa Depok minimal 2 dan kanayagan (musisi/para pengiring)nya lebih dari 5 orang.

Tradisi Kuda Renggong saat ini memang mulai berkurang malah bisa jadi dianggap musnah. Di perkotaan (Bandung) sudah tidak ada yang memakai jasa mereka.

Polemik memang tradisi Kuda Renggong, sang "penganten Sunat" secara islami pemahamannya tidak diperkenankan, karena maaf "kelamin" itu aib (milik pribadi). Dan tak selayakny…