Top Social

Malam Tidak Jelas

Kamis, 24 April 2014
Malam Tidak Jelas
Suasana Malam


Ada dan tiada warna malam yang ku lukis melalui mata hati, di dasarnya hanya harapan bahwa ada jingga yang menguning. 


Alamak! Jalan kaki di Ruas Tol

Rabu, 16 April 2014

Serius nih, saya mungkin hanya segelintir dari beberapa orang yang bertindak nekad. Iya Nekad ! Ga kebayang kan?

Ceritanya begini, hari jumat lalu tanggal 11 april, seperti biasanya. Mudik ke bandung seminggu sekali. 
Karena memang kerjaan ada di Jakarta.

Dari kantor di daerah kalibata naik angkot 16 turun di belawan (stikes) dari situ naik angkot lagi yang no 19 ke arah UKI cililitan. Apalagi tempat yang dituju kalau bukan terminal bus 'Primajasa' selain ongkos bus ekonomis hanya tiga puluh ribu rupiah, bisa dengan enaknya duduk nyaman di dalam bis ber-AC. Tujuan pemberhentianku adalah tol Cileunyi, oiya saya naik bis jurusan Tasik-Jakarta. Karena dari arah cileunyi tempat tinggal ku tidak begitu jauh hanya memakan waktu kira-kira 15 menit.

Keberangkatan sih adem ayem aja, bis dengan mudah kudapati. Tanpa dinyana, tragedi itu harus saya alami. Setiba di tol cileunyi kami rombongan penumpang harus menghadapi kenyataan. Bahwa perjalanan terpaksa tidak bisa segera berlanjut alias macet total! Posisi bis terhenti sekitar daerah Stadion Bandung lautan api yang baru kalau tidak salah merujuk daerah gede bage. 


Satu jam lamanya kami gelisah terduduk tak berdaya didalam bis. Lama kelamaan satu dua kaum adam mulai turun bis, hendak melakukan peregangan. Saya yang tadinya enggan turun, terinspirasi juga. Namun sebelum turun ku tanya pa sopir yang perawakannya sedikit tua. "Pak, kira-kira macet sampai jam berapa ya? Dan dengan enteng si pak sopir berkata "wah bisa2 sampai subuh neng" jleb banget ga tuh. Saya bengong, tapi dalam hati berfikir. "Ngapain juga nunggu berlama-lama.

Lalu Pak sopir ku tanya lagi "Pak kalau diri sini ke cileunyi kira2 berapa kilo? Masih jauh atau dekat?" Si pak sopir mengatakan sekitar 3,5 atau 4km, ga begitu jauh "katanya" lantas dengan keberanian yang muncul tiba-tiba karena rasa kangen dengan si baby tak bisa ditunda. Ya, sudah pa sopir saya sepertinya mau jalan aja nih. "Oh, kayaknya enak begitu neng, nanti bapak susul lagi kalau-kalau jalanan mulai agak lancar" oke pak, makasih ya. Untungnya saya ga bawa jinjingan yg berat, hanya tas berisi kosmetik.



Menampilkan IMG-20140411-00613.jpg
Foto kenangan "hanya ini"
Dengan mengucap bismillah, langkah kaki mulai ku ayunkan. Sepanjang perjalanan yang dilalui hanya beberapa kaum pria saja yang seide denganku, mereka punya tujuan sama yaitu 'cileunyi' kami rame-rame jalan kaki diruas tol yang sangat tidak mungkin dilalui dengan berjalan kaki. Kebetulan momennya ada heehehe. Kapan lagi!? Tapi setelah lirik kiri kanan, ternyata hanya saya perempuan "emak-emak" yang melakukan aksi tersebut, memang ada sih 3 anak gadis didepan tapi mereka turun dari bis yang jauh sesudahnya.

Jadi ingat waktu remaja dulu. Bolak-balik naik gunung seminggu sekali, jadi ada bekal kekuatan. Kekuatan berjalan kaki-ku ternyata masih kuat.


Sayangnya kejadian ini tak bisa ku abadikan lewat foto, hanya satu itupun agak buram, karena? batre hp tiba-tiba drop hehehe..

Rindu Aksara

Selasa, 01 April 2014

Hening nian malam ini, sehening jiwa yang tengah dikepung luasnya lautan keilmuan
Pada malam yang singgah penantian itu hadir, pada raga yang resah penampakan itu jadi nadir

Kadang tiupan sang angin pun hanya selintas bertepi dalam pikiran. Itupun dalam  balutan duka yang sesekali menghampiri

Kilau cahaya aksara nan bermakna melambai menyambut berjuta kisaran hidup, diantara jelaga kekurangan diri, ada kisah yang menyeruak dan coba mengejarnya

Liukan kisah dari sahabat telah mengobati dahaga yang terjaring diantara helaian kawat berserat yang tertanam sampai dasar tanah 

Dan menyembul menjadi tumpukan kabar berita yang sengaja ditumpah ruahkan sekedar melepas penat ataupun rasa gembira 

Ku coba menyaring dan bertabiat akan sisi kebaikannya 
Niscaya kebesaran hati menjemput ku mencari arti dan paham

Ya, waktu terlalui dengan dentingan kalimat yang sayang untuk dilalui 
Kabar malam ku menghampiri, kawan.