Rindu Aksara


Hening nian malam ini, sehening jiwa yang tengah dikepung luasnya lautan keilmuan
Pada malam yang singgah penantian itu hadir, pada raga yang resah penampakan itu jadi nadir

Kadang tiupan sang angin pun hanya selintas bertepi dalam pikiran. Itupun dalam  balutan duka yang sesekali menghampiri

Kilau cahaya aksara nan bermakna melambai menyambut berjuta kisaran hidup, diantara jelaga kekurangan diri, ada kisah yang menyeruak dan coba mengejarnya

Liukan kisah dari sahabat telah mengobati dahaga yang terjaring diantara helaian kawat berserat yang tertanam sampai dasar tanah 

Dan menyembul menjadi tumpukan kabar berita yang sengaja ditumpah ruahkan sekedar melepas penat ataupun rasa gembira 

Ku coba menyaring dan bertabiat akan sisi kebaikannya 
Niscaya kebesaran hati menjemput ku mencari arti dan paham

Ya, waktu terlalui dengan dentingan kalimat yang sayang untuk dilalui 
Kabar malam ku menghampiri, kawan.

Komentar

  1. Hm ... met malam Mak, moga maksudnya sedang tidak di titik nadir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullilah sedang berada dalam pencapaian mak Mugniar, sesuai harapan yang diimpikan tentunya, makasih mak udah mampir ya :)

      Hapus
  2. aksara berangkai mengandung sejuta makna menuntaskan kerinduan yang tiada bertepi...luarbiasa...
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siyap Om Hari.. Alhamdullilah masih bisa berkarya. Makasih ya Om..

      Hapus
  3. Personifikasi kebesaran atau hanya salah ketik....
    "menjemputKu

    BalasHapus
    Balasan
    1. eruvierda, tentunya personifikasi kebesaran dong..
      Terima kasih ya sudah mampir dimari :)
      salam sahabat

      Hapus
  4. Nice Post :D
    terus berkarya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reza, hihi Terima kasih atas kunjungannya, ya :)

      Hapus
  5. Saya suka nuansanya Jeng
    Terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, P'de senengnya saya dikunjungi panjenengan, terima kasih ya..
      Salam hangat dari Jakarta-Bandung

      Hapus
  6. selamat Pagi Mba, hm sepertinya ini Kunjungan Perdana saya... Artikel di atas Puisi ya Mba ? Kalau Puisi bisa dijelaskan Mba Inti dari Pusinya ? Saya juga dulu banyak menulis Puisi di dalam Blog Pribadi saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Hayardin, terima kasih sudah mampir, iya ini puisi mas, inti dari puisi ini adalah, kerinduan saya memposting tulisan, atau menulis kembali setelah agak vakum beberapa minggu, dan merasa iri melihat hasil tulisan orang yang "Rutin" mengisi blognya, mudah2an ini bisa menjawab pertanyaannya, ya.
      Ok, nanti saya kunjungi blog-nya ya, kalau urusan puisi saya selalu tertarik..
      Salam sahabat

      Hapus
  7. Kok bisa sih bikin kalimat dengan ritma yang cantik2 gitu. Hadir-nadir.. jelaga kekurangan diri.. helaian kawat berserat... aku belajar penggunaan kosa kata dari puisimu mak. Kerennn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, mab Ade dipuji sama dikau sesuatu banget yaah, secara emang dikau Penulis beneran :)
      Karena pada dasarnya saya tipe romantis kali ya, dan nulis puisi itu malah lebih mudah ketimbang bikin cerpen apalagi novel. Ga kaya dikau yang sudah ngeluarin Buku-buku hebat.

      Hapus
  8. Balasan
    1. Yeaa, mak Myra mah.. foto-nya doang yang dinilai.. hihihi

      Hapus
  9. fotonya itu loh, cahaya matahari kalau lagi irit begitu jadinya keren bgt mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang keren fotonya, makanya kujadikan DP mbak.
      Terima kasih telah mampir ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

ASUS VivoBook S Dulu Guys!

Diamlah

Cerita ABG Yang Menggairahkan