Rindu Aksara


Hening nian malam ini, sehening jiwa yang tengah dikepung luasnya lautan keilmuan
Pada malam yang singgah penantian itu hadir, pada raga yang resah penampakan itu jadi nadir

Kadang tiupan sang angin pun hanya selintas bertepi dalam pikiran. Itupun dalam  balutan duka yang sesekali menghampiri

Kilau cahaya aksara nan bermakna melambai menyambut berjuta kisaran hidup, diantara jelaga kekurangan diri, ada kisah yang menyeruak dan coba mengejarnya

Liukan kisah dari sahabat telah mengobati dahaga yang terjaring diantara helaian kawat berserat yang tertanam sampai dasar tanah 

Dan menyembul menjadi tumpukan kabar berita yang sengaja ditumpah ruahkan sekedar melepas penat ataupun rasa gembira 

Ku coba menyaring dan bertabiat akan sisi kebaikannya 
Niscaya kebesaran hati menjemput ku mencari arti dan paham

Ya, waktu terlalui dengan dentingan kalimat yang sayang untuk dilalui 
Kabar malam ku menghampiri, kawan.

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
18 Komentar
avatar

Hm ... met malam Mak, moga maksudnya sedang tidak di titik nadir :)

Balas
avatar

Alhamdullilah sedang berada dalam pencapaian mak Mugniar, sesuai harapan yang diimpikan tentunya, makasih mak udah mampir ya :)

Balas
avatar

aksara berangkai mengandung sejuta makna menuntaskan kerinduan yang tiada bertepi...luarbiasa...
keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

Balas
avatar

Personifikasi kebesaran atau hanya salah ketik....
"menjemputKu

Balas
avatar

Nice Post :D
terus berkarya :D

Balas
avatar

Siyap Om Hari.. Alhamdullilah masih bisa berkarya. Makasih ya Om..

Balas
avatar

eruvierda, tentunya personifikasi kebesaran dong..
Terima kasih ya sudah mampir dimari :)
salam sahabat

Balas
avatar

Reza, hihi Terima kasih atas kunjungannya, ya :)

Balas
avatar

Saya suka nuansanya Jeng
Terima kasih
Salam hangat dari Surabaya

Balas
avatar

selamat Pagi Mba, hm sepertinya ini Kunjungan Perdana saya... Artikel di atas Puisi ya Mba ? Kalau Puisi bisa dijelaskan Mba Inti dari Pusinya ? Saya juga dulu banyak menulis Puisi di dalam Blog Pribadi saya...

Balas
avatar

Wah, P'de senengnya saya dikunjungi panjenengan, terima kasih ya..
Salam hangat dari Jakarta-Bandung

Balas
avatar

Mas Hayardin, terima kasih sudah mampir, iya ini puisi mas, inti dari puisi ini adalah, kerinduan saya memposting tulisan, atau menulis kembali setelah agak vakum beberapa minggu, dan merasa iri melihat hasil tulisan orang yang "Rutin" mengisi blognya, mudah2an ini bisa menjawab pertanyaannya, ya.
Ok, nanti saya kunjungi blog-nya ya, kalau urusan puisi saya selalu tertarik..
Salam sahabat

Balas
avatar

Kok bisa sih bikin kalimat dengan ritma yang cantik2 gitu. Hadir-nadir.. jelaga kekurangan diri.. helaian kawat berserat... aku belajar penggunaan kosa kata dari puisimu mak. Kerennn.

Balas
avatar

Hihihi, mab Ade dipuji sama dikau sesuatu banget yaah, secara emang dikau Penulis beneran :)
Karena pada dasarnya saya tipe romantis kali ya, dan nulis puisi itu malah lebih mudah ketimbang bikin cerpen apalagi novel. Ga kaya dikau yang sudah ngeluarin Buku-buku hebat.

Balas
avatar

Yeaa, mak Myra mah.. foto-nya doang yang dinilai.. hihihi

Balas
avatar

fotonya itu loh, cahaya matahari kalau lagi irit begitu jadinya keren bgt mba..

Balas
avatar

emang keren fotonya, makanya kujadikan DP mbak.
Terima kasih telah mampir ya :)

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner