Alamak! Jalan kaki di Ruas Tol


Serius nih, saya mungkin hanya segelintir dari beberapa orang yang bertindak nekad. Iya Nekad ! Ga kebayang kan?

Ceritanya begini, hari jumat lalu tanggal 11 april, seperti biasanya. Mudik ke bandung seminggu sekali. 
Karena memang kerjaan ada di Jakarta.

Dari kantor di daerah kalibata naik angkot 16 turun di belawan (stikes) dari situ naik angkot lagi yang no 19 ke arah UKI cililitan. Apalagi tempat yang dituju kalau bukan terminal bus 'Primajasa' selain ongkos bus ekonomis hanya tiga puluh ribu rupiah, bisa dengan enaknya duduk nyaman di dalam bis ber-AC. Tujuan pemberhentianku adalah tol Cileunyi, oiya saya naik bis jurusan Tasik-Jakarta. Karena dari arah cileunyi tempat tinggal ku tidak begitu jauh hanya memakan waktu kira-kira 15 menit.

Keberangkatan sih adem ayem aja, bis dengan mudah kudapati. Tanpa dinyana, tragedi itu harus saya alami. Setiba di tol cileunyi kami rombongan penumpang harus menghadapi kenyataan. Bahwa perjalanan terpaksa tidak bisa segera berlanjut alias macet total! Posisi bis terhenti sekitar daerah Stadion Bandung lautan api yang baru kalau tidak salah merujuk daerah gede bage. 


Satu jam lamanya kami gelisah terduduk tak berdaya didalam bis. Lama kelamaan satu dua kaum adam mulai turun bis, hendak melakukan peregangan. Saya yang tadinya enggan turun, terinspirasi juga. Namun sebelum turun ku tanya pa sopir yang perawakannya sedikit tua. "Pak, kira-kira macet sampai jam berapa ya? Dan dengan enteng si pak sopir berkata "wah bisa2 sampai subuh neng" jleb banget ga tuh. Saya bengong, tapi dalam hati berfikir. "Ngapain juga nunggu berlama-lama.

Lalu Pak sopir ku tanya lagi "Pak kalau diri sini ke cileunyi kira2 berapa kilo? Masih jauh atau dekat?" Si pak sopir mengatakan sekitar 3,5 atau 4km, ga begitu jauh "katanya" lantas dengan keberanian yang muncul tiba-tiba karena rasa kangen dengan si baby tak bisa ditunda. Ya, sudah pa sopir saya sepertinya mau jalan aja nih. "Oh, kayaknya enak begitu neng, nanti bapak susul lagi kalau-kalau jalanan mulai agak lancar" oke pak, makasih ya. Untungnya saya ga bawa jinjingan yg berat, hanya tas berisi kosmetik.



Menampilkan IMG-20140411-00613.jpg
Foto kenangan "hanya ini"
Dengan mengucap bismillah, langkah kaki mulai ku ayunkan. Sepanjang perjalanan yang dilalui hanya beberapa kaum pria saja yang seide denganku, mereka punya tujuan sama yaitu 'cileunyi' kami rame-rame jalan kaki diruas tol yang sangat tidak mungkin dilalui dengan berjalan kaki. Kebetulan momennya ada heehehe. Kapan lagi!? Tapi setelah lirik kiri kanan, ternyata hanya saya perempuan "emak-emak" yang melakukan aksi tersebut, memang ada sih 3 anak gadis didepan tapi mereka turun dari bis yang jauh sesudahnya.

Jadi ingat waktu remaja dulu. Bolak-balik naik gunung seminggu sekali, jadi ada bekal kekuatan. Kekuatan berjalan kaki-ku ternyata masih kuat.


Sayangnya kejadian ini tak bisa ku abadikan lewat foto, hanya satu itupun agak buram, karena? batre hp tiba-tiba drop hehehe..

Komentar

  1. Yang memberi kekuatan adalah arasa kangen pada sang baby ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Tanti.. banget.. sampai ga bisa dibendung, 5 hari dalam seminggu seperti 5 tahun rasanya, makanya bela-belain deh... makasih ya mbak Tanti sudah berkunjung disini :)

      Salam sahabat

      Hapus
  2. wah, berani. Demi anak, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mak Myra.. demi anak apapun dilakukan :D

      Hapus
  3. ternyata pengalaman bolak balok naik gunung bisa dirasakan manfaatnya saat berjalan kali di ruas tol ya.... sungguh pengalaman yang luarbiasa...
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi,, emang pengalaman yang bikin semangat lagi nih bang Hari.

      Hapus
  4. Ya ampunnn... beneran aksi nekad atas nama rasa kangen ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoii, semua atas rasa kangen pastinya, tengkiyu mba Prit :D

      Hapus
  5. Dulu sering naik gunung? Masak sih? Kuat juga ternyata
    *nitip jempol ah dimarih*

    BalasHapus
    Balasan
    1. the best deh kalo ditanya soal naik turun gunung, suka pake banget *dulu* :D
      tapi jadi kangen lagi nih *naik gunung*

      Hapus
  6. faktor macet. waktu saya dan kaka saya ingin berlibur ke kampung halaman calon suaminya. selang beberapa jam perjalan yang sudah memasuki tol asik bercanda dan berbincang-bincang. tiba tiba di tengah perjalan kaka saya menghentikan perjalanan lantaran kaka saya tidak mau berlibur sampai menginap. alhasil saya, kaka saya, dan calon suaminya turun dari bis dan berjalan ditol.

    BalasHapus
  7. tapi pasti seru itu , pengalaman juga .

    BalasHapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

ASUS VivoBook S Dulu Guys!

Diamlah

Cerita ABG Yang Menggairahkan