Postingan

Menampilkan postingan dari September 30, 2013

Sastrawan, Apa Pantas?

Embun diperaduan menyelimuti anganku yang tak kunjung berhasil memejamkan mata ini. Padang khayalan senantiasa menggelayuti panorama ingatan diri. Entah dimulai kapan, segala impian impian ini terus memelukku menanti kesesuaian. Aku hanya mencoba menelusuri makna dari segala kejadian dan kegelisahan. Berlalu waktu itu, Yul! Jangan kau terlena dengan segala pengharapan yang belum tentu tuntas pada akhirnya. Itu ucapan seorang kawan.

Lantas, apa yang harus kuperbuat? Menjalani setiap aspek kehidupan saja aku pernah. Tapi hasilnya? belum terlihat. Seolah mencari sanggahan pada diri. Ya sudahlah, iringi saja perjalanan ini" kelak kau akan sampai pada titik yang diberdayan imajinasimu". Segala hasrat, khayalan itu akan dengan sendirinya menopang setiap langkah yang dituju. Alampun senantiasa merujuk dan berseru, jika kau punya ketetapan hati. Ingatlah Yul! setitik pengorbanan raga dan waktu itu akan terbalaskan. Besar kecilnya tergantung kalimat aksi, kalimat reaksi, dan kalimat d…