Postingan

Menampilkan postingan dari September 6, 2013

Analogi Hati Dan Opini

Marah, kecewa, benci semua menyatu kala mendapati pasangan yang tidak sepaham. Keributan besar ataupun kecil acap kali menjadi bagian dalam mengarungi rumah tangga. Terkadang hal sepele menurut versi kita, ternyata bisa menjadi besar dipandangannya. Terutama masalah anak dan ekonomi. Hal dua ini sering menjadi pemicu pertengkaran. Yang satu merasa benar yang satunya lagi merasa dipojokkan.

"Andai aku berada diposisi sebagai suami" kan kupikul tanggung jawab itu dengan segenap keihklasan, pantang menyerah. Tidak mengeluh dikala susah, tak mengeluh dikala sakit dan tak mengeluh bila ditimpa musibah. Semua kulakukan demi keluarga. Sekuat tenaga menjadi pemimpin yang arif, tidak  kasar dalam berucap dan bertindak, menjadi penyeimbang pasangan, menjadi contoh dalam kegigihan meraih impian. 

Mungkin karena pengaruh meodernitas, ternyata banyak keluarga yang pincang dalam mengambil keputusan. Merasa lebih pintar dan tahu segalanya, hanya akan memandang rendah dan kerap menyepelekan d…