Top Social

Lebih Baik Ngopi Saja

Sabtu, 31 Agustus 2013
Bete dan kesal hanya perasaan sementara yang kudapati sedari pagi. Mungkin ini sambungan sisa kekesalanku kemaren plus ditambah pula dengan segala celotehnya yang.." Aduhai..so sweet menyakitkan.."

Wajar dong marah!, dan memang aku ingin marah ko!" Sekalian mengeluarkan energi negatif yang menyerang pikiran dan hati.


"Sampai kapan..?!" sampai mereda rasa marah. "Awas lho, marah ga boleh dipendam nanti sakit hati. Ga baik buat kesehatan..!, kata para pakar kesehatan itu juga.. hehehe.

"Kan energi marah tuh emang baik disalurkan..*ngeles*, takut banyak penyakit nantinya. Tapi ko ya, belum apa apa udah kenalan lagi, barusan telpon nanyain dimana kartu atm?..huuuh.. kapan marah bersambungnnya?!. "Saya cuma pengen ngerasain marah selama 3 hari 3 malam saja, please!!".

Ya sudahlah, emang pada dasarnya kamu pengen dapet perhatian lebih. *hiks*.. padahal aku sudah berusaha merhatiin, tapi tuuh liat bocah kecilmu..?! Ia yang lagi banget musti diperhatiin..!'.

Aku tahu kamu, kamu tahu aku..!! just it. Aku yang slengean, kamu yang sabaran. Aku banyak diam, kamu banyak berucap. Karena diammu bukan emas melainkan tembaga, sangat kuat tapi pabila disulut lelehannya menyakitkan.

Kadang kecerian itu saya miliki tuk sekedar menyalurkan aspirasi dari rasa marah. Istilahnya 'penyelarasan hidup' cius..deh.

Tapi dipikir lebih dalam lagi hmmm, ternyata segala ucapannya terus terngiang tanda ada kebenaran dibalik kalimat yang dilontarkannya. Ego diri tak menerima karena memang iya salah. Manusiawi memang kalau tidak segera memperbaiki diri..."apyuuun dj."

*Eh* Ngomong apaan apaan siy, ga ngerti!... Tapi emang ini yang ada dihati saat ini. Lebih baik nyeduh kopi buat transper rasa malu.. hehehe..








Mirror Night

Kamis, 29 Agustus 2013

Sudah dua hari kudengar suara suara itu. Dan anehnya lagi setiap jam satu malam kejadiannya berulang. "Gubrak..Praaang"... bunyi benda yang berjatuhan, padahal rumah sebelah kiriku sudah lama tidak berpenghuni. Belum lagi atap rumah yang kebagian lemparannya. Semakin jelaslah segala keributan itu terdengar. 
Ada perasaan takut bercampur khawatir, bagaimana tidak. Setelah sekian lama rumah disebelah itu kosong, baru kali ini ada keributan. Sedangkan rumah sebelah kanan jarang sekali ditempati penghuninya, karena kerja shif malam. "Arrrrgg...Praaakk..!!, suara itu sekarang lebih hebat lagi terdengarnya. Kali ini ada emosi yang terpendam dihatiku. "kenapa sih harus berkelahi segala! Apa tidak ada jalan lain, selain bertengkar..?!" Mana mengganggu waktu istirahat, jam satu malam orang orang pada tidur pulas. Eh..tapi, kenapa pula para tetanggaku yang lain tidak terusik dengan suara suara itu "ah, mungkin ini hanya halusinasiku saja ." Aku mencoba meredam emosi yang sesaat lalu didera jengkel.

Mungkin karena faktor kebiasaan begadang yang kadang bisa menjadi penyebab seseorang berhalusinasi. "Gubraaak..."!! ada yang jatuh menimpa atap kamarku, kaget setengah mati. Kuberanikan diri keluar dari kamar. Muncul keinginan menjadi seorang hero, melerai yang sedang bertikai. Atau lapor Pa Rt, ya..?", sesaat ide itu terpikir akan dilakukan. Namun tidak tega, tengah malam begini bangunin orang. "Biarlah..!, aku coba saja. Siapa tahu bisa mendamaikan" bergegas aku keluar dari rumah. 

Hening dan bulu kudukku berdiri, setelah berada diluar rumah. Sekeliling rumah kuperhatikan, tidak nampak satupun orang lewat. Lalu mataku tertuju dirumah kosong itu. Banyak sekali barang yang tidak terpakai, ada papan, besi besi, juga peralatan lainnya. Rumah itu terlihat angker dan menyeramkan. Ketakutan itu muncul tiba tiba, ingin rasanya berlari secepat kilat, apa daya kaki ini seolah tertahan diikatan. Ternyata setelah kuperhatikan didepan rumah itu ada beberapa sosok mahkluk yang sedang berhadap hadapan. 

Mata mereka terlihat merah amarah sambil memasang kuda kuda hendak saling menyerang. Aku lari secepatnya kedalam rumah, kuambil air seember penuh plus gayungnya. "Byuuuuuurr...**&%% kusiram kearah mereka yang tengah berkelahi. Dengan napas terengah engah sekalian membuang kekesalan, "Dasar..!! Kucing sialan...!!" nih mandi sekalian biar tidak ribut lagi". Dan lambat laun suara itupun kini tak terdengar lagi. Hmmm.., aku mencoba tarik nafas. Lega rasanya, ternyata dua malam ini hanya pertikaian sesama kucing yang pengen kawin.., ckckckck... Kurebahkan tubuh diatas kasur melanjutkan sisa tidur yang terganggu tadi.

Secarik Kertas

Rabu, 28 Agustus 2013
Terlihat dari kejauhan. Sosok laki laki dengan perawakan sedang, menyangga tubuhnya ditiang listrik dekat perempatan jalan, yang memang hendak kulewati. Antara penasaran bercampur khawatir takut ada apa apanya. Aku berjalan perlahan, mencoba mengulur waktu. Dan saat jarakku dekat dengan sosoknya, ia sedang komat kamit dihadapan tiang listrik itu sambil memegang kertas, membaca. Aku jadi sedikit heran, ada keinginan untuk bertanya. Namun niat itu kuurungkan, jam ditanganku mengharuskan segera pergi ke kantor. Dan tak ada waktu untuk basa basi.


Besoknya lagi, kulihat sesosok laki laki tua itu tetap pada tempat seperti kemarin, hanya bergeser sedikit dari biasanya. Sambil memegang kertas. Lalu ia jongkok dengan menelungkupkan kedua tangannya, "hei, ia keliahatan sedang menangis!" Semakin aku dibuatnya penasaran. Langkahpun kupercepat karena rasa keingintahuanku. Dalam hati kupikir "mungkin ia sedang membutuhkan pertolongan!". Perlahan langkah ini kuhentikan persis didepannya. Kuselidiki dari kepala sampai ujung rambut, 'hhmm, orang ini perawakannya bersih, baju yang dikenakannyapun rapi. Terlebih sepatunya itu, "kinclong bener"..

 Lantas tak menunggu lama akupun memberanikan diri untuk bertanya, "ada yang bisa saya bantu, pak?!".. Ia seolah kaget dengan keberadaanku. Lalu berdiri.."Oh, ya..ya..", sambil mengusap air matanya. "Ini.., saya bingung dengan kertas ini. Dari seminggu yang lalu Bapak mencoba mengartikan tulisannya, tapi sampai saat ini belum paham juga..!" Ia menyodorkan kertas padaku. Namun "Haaaa..!! tulisan apaan? ga ada apa apanya, pak! ini cuma kertas kosong" Kaget, heran bercampur geli. Aku mengembalikannya lagi. Lalu perlahan kutanya, "Bapak ini dari mana, mau kemana?". Iya neng bapak juga lagi bingung, saya ini dari mana dan mau kemana..?!?! Dengan mimik muka yang aneh, menurutku. Lho' ko Bapak bingung!?' Aku yang bego atau Bapak ini yang lagi linglung "mungkin orang ini lagi terkena amnesia" pikirku. Ah, kasihan.

Tiba tiba ada sesosok laki laki lain mendekat. Denga pakaian serba putih. Waaduuh, disini rupanya Bapak! sambil memegang tubuh si Bapak dengan erat," maaf anda siapanya, ya? Laki laki ini malah bertanya, padahal seharusnya saya yang menanyakan itu. 'Ini..eh, anu,.. Saya ga sengaja lihat Bapak ini, seperti kebingungan. Jawabku tanpa menjelaskan lebih rinci kejadian sebenarnya. "Ohh, maaf, mba..?! Bapak ini sedang dalam masa perawatan karena jiwanya terganggu, sudah seminggu kami mencarinya. Beliau dulunya seorang pengusaha sandal jepit. Dan beliau ini buta huruf, laki laki ini menjelaskan secara garis besar tentang si Bapak ini...."&*%!@#$...aku malu plus jengkel setengah mati. Dan dengan perasaan ga karuan akupun berlalu tanpa permisi.

MEMBANGUN MIMPI, MENGEJAR CITA-CITA

Senin, 26 Agustus 2013
Cita cita sebenarnya sih aku sendiri kurang paham apa sesungguhnya yang patut dan sesuai dengan kemampuanku. Tapi ini telah kubuat beberapa daftar kumpulan hobiku semenjak kecil hingga sekarang.

Mengejar Mimpi

Waktu kecil (belum sekolah) pengennya jadi artis penyanyi jazz tapi yang sering kunyanyikan malah lagu dangdut Zakianya Ahmad Albar, hehehe. (Udah gitu kalau nyanyi cari kabel *kabel jemuran mama kupreteli* buat dijadiin mike*  karena terinspirasi. Kala itu kebetulan sedang ada pawai Dirgantara, dilihatnya asik banget orang pada terbang diawan (secara sekarang phobia ketinggian) *nyesel*

Waktu jaman SD pengennya jadi penulis komik. Karena seringnya baca buku cerita terutama komik komik 'smurf', BOBO, Timun Mas, tapi yang paling disuka Deni Si Manusia Ikan... Seru dan asik kalo udah baca. Dan semuanya itu hasil dari pinjaman ke temen, hihihihi *malu*. Juga pengen jadi pembalap sepeda tapi ga jadi dan ga mau jadi hobi. Begitu bisa maen sepeda udah nabrak mobil yang lagi parkir, ga tanggung aku terpental nyangkut diatas kap mobil itu dengan posisi terduduk... kalau inget kejadian ini jadi ngakak sendiri.

Jamannya remaja, tentu hobinya naik pengen jadi penulis cerpen-novel.Novel pertama yang aku baca waktu itu kalo ga salah, hmmm...apa ya? lupa! hihihihi. *ops sorry*. Tapi semua berawal dari hobi bacaku. Belum lagi kisah kasih cinta monyet, pede katean. Dan segudang sejarah tentang siapapun itu. Selalu ditulis dalam buku harianku.

Mengejar Cita-Cita

Memasuki usia dewasa justru aku mengagumi musik musik cadas, entah itu Metalica, Gun n Rose, Megadath, Slipknot pokonya yang metal abis dehh. Pergaulanku dikelilingi teman yang memang sesama hobi. Juga dengan para pecinta alam. Oh, ya aku pernah punya kenangan manis dengan hobiku yang satu ini, pertama serius dengan cowo pacarannya diatas Gunung, Jayagiri Lembang. Waktu itu momennya bertepatan 17 Agustus dengan dicanangkannya menghiasi rumah rumah dengan lampu kecil kelap kelip, ingat dong masaa itu..? hehehe.. Ternyata usia ini semakin nambah ya..Tahun berapa saya juga lupa. Indahnya pacaran diatas gunung walau ga bisa berdua duaan (banyak orang bho!)..hehehehe.

Kadang emang suka ga sadar diri kalau umur ini semakin hari semakin menyusut, diri merasa muda terus. Belum lagi bahasa anak anak sekarang juga suka diikutin, rada alay alay gimana, gictuh.." Btw semua akhirnya sampai pada pemahaman, arah mana yang hendak menjadi tujuanku sebenarnya. Dan ternyata setelah melalui beberapa pengalaman hanya satu yang melekat dengan jiwa "Menulis", ya memang kini kegiatanku sekarang. Meskipun masih dalam taraf pembelajaran. Tapi yakin seyakin yakinnya, menulis itu akan memberikan penghidupan yang layak dan pola pikir menjadi lebih smart.

Terhapus

Jumat, 23 Agustus 2013
Sedari malam yang berawal dari sore

Sadar diri setelah mencari keberadaannya


Kutelusuri kejadiannya, namun tak kutemui alasannya

'Padahal aku memuji...

'Padahal aku meneliti...

Namun sengaja kau hilangkan jati diri, mengapa?

Aku rindu kalimat sontak itu, kerap kau tuang dalam postingan

Aku baca semua kisahmu, karena kau menginspirasiku

Bukan dengan ucap kita bersua, namun seluruh kalimat itu jadi tak genap

Dan bukan dengan asmara kuberkata hati

Hanya keelokan kalimat yang membuatku terus mencari

Mengapa kau membalikkan diri diantara ketiadaan itu?...

Tapi diakhir kusadar apalah arti seorang "yuli".... Aku.