Pergulatan Batin


 
Pelampiasan narasi yang disodorkannya bak gada yang hendak menembus jantungku, kalimat yang diuarkannya begitu teramat menyakitkan. Sehela nafas dikelunya lidah yang hendak menjulur, tak mampu ku paksakan lagi. Air bening itu mengalirkan rasa yang terlampiaskan sejenak.


Tolong, kau sisihkan sebentuk kasih sayangmu kepadaku lewat sesungging hasil keringatmu, tuk sang penyemai cinta yang telah menghadirkan diriku. Jawabmu hanya "ya", dan sesaat aku merona penuh suka cita.
Namun menjelang mentari yang telah meninggi, hadirmu ternyata melemahkan rasa yang ada. Sedikitpun kau tak menyinggung celoteh semalam.

Aku ingin bergolak denganmu, aku ingin mencaci dirimu. Apa daya fatamorgana yang jelas terpangpang mengurungkan niatku. Sorot yang kulelehkan tak berani menghadirkan angkara padamu. Sesal! Ya, sesigap apa aku hendak bergumul dengan kalimat yang hanya sebentuk dilingkaranku semata. Indah panorama sengaja memudarkan reaksi, yang sengaja ingin kuhadirkan.

Beranjak dari keadaan sepilu menurut uraianku, itu lebih baik. Ketimbang menjejalkan amarah yang diakhir kan ku sesali. Hanya helaan nafas panjang. Meskipun tercabik. Pengakalan pikirku mulai kembali jeli, "hei! hidup itu indah dengan menyesuaikan diri" aku berkata hati dengan luluh dan seru. Hmm, adakah yang lebih indah dari rasa yang sengaja kuciptakan?.

Kini, kembali kuberkutat dengan lintasan masa depan yang hendak diraih. "Rasa sehelai belati. Renungkan emosi diri. Hadirkan semerbak ambisi. Melajulah dan melintasi. Suatu saat akan ku raih arti. Ya, hanya ini penyelesaian diri. Buat apa disesali hal yang tak bernurani. Penggalan hidup semestinya diarungi bukan dikelakari.

Komentar

  1. Ini... maksudnya lagi ada perseteruan antara menantu vs mertua ya ceritanya? (Maaf agak oot aku kalo baca sastra tingkat tinggi)

    BalasHapus
  2. hahahaha.. bisa jadi bisa jadi.. mba ade.. dikit lagi..

    BalasHapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

Diamlah

Inovasi Balitbang PUPR Ciptakan Lingkungan Sehat

14 Perbedaan Cara Senyum Orang Rusia dan Indonesia