Secarik Kertas

Terlihat dari kejauhan. Sosok laki laki dengan perawakan sedang, menyangga tubuhnya ditiang listrik dekat perempatan jalan, yang memang hendak kulewati. Antara penasaran bercampur khawatir takut ada apa apanya. Aku berjalan perlahan, mencoba mengulur waktu. Dan saat jarakku dekat dengan sosoknya, ia sedang komat kamit dihadapan tiang listrik itu sambil memegang kertas, membaca. Aku jadi sedikit heran, ada keinginan untuk bertanya. Namun niat itu kuurungkan, jam ditanganku mengharuskan segera pergi ke kantor. Dan tak ada waktu untuk basa basi.


Besoknya lagi, kulihat sesosok laki laki tua itu tetap pada tempat seperti kemarin, hanya bergeser sedikit dari biasanya. Sambil memegang kertas. Lalu ia jongkok dengan menelungkupkan kedua tangannya, "hei, ia keliahatan sedang menangis!" Semakin aku dibuatnya penasaran. Langkahpun kupercepat karena rasa keingintahuanku. Dalam hati kupikir "mungkin ia sedang membutuhkan pertolongan!". Perlahan langkah ini kuhentikan persis didepannya. Kuselidiki dari kepala sampai ujung rambut, 'hhmm, orang ini perawakannya bersih, baju yang dikenakannyapun rapi. Terlebih sepatunya itu, "kinclong bener"..

 Lantas tak menunggu lama akupun memberanikan diri untuk bertanya, "ada yang bisa saya bantu, pak?!".. Ia seolah kaget dengan keberadaanku. Lalu berdiri.."Oh, ya..ya..", sambil mengusap air matanya. "Ini.., saya bingung dengan kertas ini. Dari seminggu yang lalu Bapak mencoba mengartikan tulisannya, tapi sampai saat ini belum paham juga..!" Ia menyodorkan kertas padaku. Namun "Haaaa..!! tulisan apaan? ga ada apa apanya, pak! ini cuma kertas kosong" Kaget, heran bercampur geli. Aku mengembalikannya lagi. Lalu perlahan kutanya, "Bapak ini dari mana, mau kemana?". Iya neng bapak juga lagi bingung, saya ini dari mana dan mau kemana..?!?! Dengan mimik muka yang aneh, menurutku. Lho' ko Bapak bingung!?' Aku yang bego atau Bapak ini yang lagi linglung "mungkin orang ini lagi terkena amnesia" pikirku. Ah, kasihan.

Tiba tiba ada sesosok laki laki lain mendekat. Denga pakaian serba putih. Waaduuh, disini rupanya Bapak! sambil memegang tubuh si Bapak dengan erat," maaf anda siapanya, ya? Laki laki ini malah bertanya, padahal seharusnya saya yang menanyakan itu. 'Ini..eh, anu,.. Saya ga sengaja lihat Bapak ini, seperti kebingungan. Jawabku tanpa menjelaskan lebih rinci kejadian sebenarnya. "Ohh, maaf, mba..?! Bapak ini sedang dalam masa perawatan karena jiwanya terganggu, sudah seminggu kami mencarinya. Beliau dulunya seorang pengusaha sandal jepit. Dan beliau ini buta huruf, laki laki ini menjelaskan secara garis besar tentang si Bapak ini...."&*%!@#$...aku malu plus jengkel setengah mati. Dan dengan perasaan ga karuan akupun berlalu tanpa permisi.

Komentar

  1. Salam Takzim
    Ternyata orang sakit ingatan
    Salam takzim Batavusqu

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. waduuuh. ko jatuh bang..?! *timpa pake tangga*

      Hapus
  3. wahh..mba tinok ngetawain saya yaa..=D

    BalasHapus
  4. aseeeeeeeeem.....mau ikut partisipasi ya...atau lagi study banding heheeheheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. gkgkgkgkgk... asal jangan studi tooor...

      Hapus
  5. Balasan
    1. Makasih mas.. manstaf pula dirimu :P :D

      Hapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

Diamlah

Inovasi Balitbang PUPR Ciptakan Lingkungan Sehat

14 Perbedaan Cara Senyum Orang Rusia dan Indonesia