Mirror Night


Sudah dua hari kudengar suara suara itu. Dan anehnya lagi setiap jam satu malam kejadiannya berulang. "Gubrak..Praaang"... bunyi benda yang berjatuhan, padahal rumah sebelah kiriku sudah lama tidak berpenghuni. Belum lagi atap rumah yang kebagian lemparannya. Semakin jelaslah segala keributan itu terdengar. 
Ada perasaan takut bercampur khawatir, bagaimana tidak. Setelah sekian lama rumah disebelah itu kosong, baru kali ini ada keributan. Sedangkan rumah sebelah kanan jarang sekali ditempati penghuninya, karena kerja shif malam. "Arrrrgg...Praaakk..!!, suara itu sekarang lebih hebat lagi terdengarnya. Kali ini ada emosi yang terpendam dihatiku. "kenapa sih harus berkelahi segala! Apa tidak ada jalan lain, selain bertengkar..?!" Mana mengganggu waktu istirahat, jam satu malam orang orang pada tidur pulas. Eh..tapi, kenapa pula para tetanggaku yang lain tidak terusik dengan suara suara itu "ah, mungkin ini hanya halusinasiku saja ." Aku mencoba meredam emosi yang sesaat lalu didera jengkel.

Mungkin karena faktor kebiasaan begadang yang kadang bisa menjadi penyebab seseorang berhalusinasi. "Gubraaak..."!! ada yang jatuh menimpa atap kamarku, kaget setengah mati. Kuberanikan diri keluar dari kamar. Muncul keinginan menjadi seorang hero, melerai yang sedang bertikai. Atau lapor Pa Rt, ya..?", sesaat ide itu terpikir akan dilakukan. Namun tidak tega, tengah malam begini bangunin orang. "Biarlah..!, aku coba saja. Siapa tahu bisa mendamaikan" bergegas aku keluar dari rumah. 

Hening dan bulu kudukku berdiri, setelah berada diluar rumah. Sekeliling rumah kuperhatikan, tidak nampak satupun orang lewat. Lalu mataku tertuju dirumah kosong itu. Banyak sekali barang yang tidak terpakai, ada papan, besi besi, juga peralatan lainnya. Rumah itu terlihat angker dan menyeramkan. Ketakutan itu muncul tiba tiba, ingin rasanya berlari secepat kilat, apa daya kaki ini seolah tertahan diikatan. Ternyata setelah kuperhatikan didepan rumah itu ada beberapa sosok mahkluk yang sedang berhadap hadapan. 

Mata mereka terlihat merah amarah sambil memasang kuda kuda hendak saling menyerang. Aku lari secepatnya kedalam rumah, kuambil air seember penuh plus gayungnya. "Byuuuuuurr...**&%% kusiram kearah mereka yang tengah berkelahi. Dengan napas terengah engah sekalian membuang kekesalan, "Dasar..!! Kucing sialan...!!" nih mandi sekalian biar tidak ribut lagi". Dan lambat laun suara itupun kini tak terdengar lagi. Hmmm.., aku mencoba tarik nafas. Lega rasanya, ternyata dua malam ini hanya pertikaian sesama kucing yang pengen kawin.., ckckckck... Kurebahkan tubuh diatas kasur melanjutkan sisa tidur yang terganggu tadi.

Komentar

  1. hehehe menarik uuuuy....iseng aj seh ganggu kesenangan mereka akakakakakakak

    BalasHapus
  2. duhh.. de Bintang kan..? nengok apa..nengok.. :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

Diamlah

MyRepublic, Anteng Streaming Berkat Internet Super Cepat

Cerita ABG Yang Menggairahkan