Sendirian Tadi

Bola tadi tergelincir diantara jalanan yang kulalui

Menatap waktu dengan sinis namun kuterima


Seolah landaian yang kulalui terbentuk diingatan

Teriknya cahaya pagi tadi merambah keakuanku

Melintang diantara rasa tertinggal, menyudahi kala tertiup ucap

Hinggap kalimat ini karena telah diberitakan, bahwa ada keceriaan

Bergema di setiap lapisan kelompok yang berseru ceria semu

Dinding yang kutekuni tak berani menolak keinginan

Ia seakan maklum adanya diriku

Namun hati kecil tetap berkata "tak bertanggung jawab"

Hanya sebentar ko, purnama tadi malampun telah memberi sinyal

Lambat melirik beradupun seakan menyelidik, aku paham

Ijinkan ya?

Hanya sesaat makna ini tertuang tuk merebahkan adanya aku

Hai dunia batin.. Celahmu telah kurobek sedikit, tak apa kan?

Lanjut menyingsingkan kalimat yang telah disepakati

Akupun bergegas pergi kesebelah dan merampungkan nada

Nyanyian ini kutiup untukmu yang berceloteh ria

Aku ikut karena aku tahu

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
8 Komentar
avatar

Bahasanya itu lho.
Bagaimana cara merobek celah dunia batin? Sulit dicerna oleh orang yang nggak ngerti puisi.

Balas
avatar

Selamat hari puisi mbak..... :)

Balas
avatar

Selamat hari puisi mbak Yuli..

Balas
avatar

Salam Takzim
Puisikah?
Susunan huruf ditulis secara hati"
Salam takzim batavusqu

Balas
avatar

hehehhe.. mas HP... mari kita berpuisi yang rajin...

Balas
avatar

selamat menikmati puisiku ya Nov...

Balas
avatar

Selamat menikmati syair puisiku mas Lozz..

Balas
avatar

wah bang.. makasih udah mampir.. emang kehati hatian masih sering saya lakukan...

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner