Sendirian Tadi

Bola tadi tergelincir diantara jalanan yang kulalui

Menatap waktu dengan sinis namun kuterima


Seolah landaian yang kulalui terbentuk diingatan

Teriknya cahaya pagi tadi merambah keakuanku

Melintang diantara rasa tertinggal, menyudahi kala tertiup ucap

Hinggap kalimat ini karena telah diberitakan, bahwa ada keceriaan

Bergema di setiap lapisan kelompok yang berseru ceria semu

Dinding yang kutekuni tak berani menolak keinginan

Ia seakan maklum adanya diriku

Namun hati kecil tetap berkata "tak bertanggung jawab"

Hanya sebentar ko, purnama tadi malampun telah memberi sinyal

Lambat melirik beradupun seakan menyelidik, aku paham

Ijinkan ya?

Hanya sesaat makna ini tertuang tuk merebahkan adanya aku

Hai dunia batin.. Celahmu telah kurobek sedikit, tak apa kan?

Lanjut menyingsingkan kalimat yang telah disepakati

Akupun bergegas pergi kesebelah dan merampungkan nada

Nyanyian ini kutiup untukmu yang berceloteh ria

Aku ikut karena aku tahu

Komentar

  1. Bahasanya itu lho.
    Bagaimana cara merobek celah dunia batin? Sulit dicerna oleh orang yang nggak ngerti puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhe.. mas HP... mari kita berpuisi yang rajin...

      Hapus
  2. Selamat hari puisi mbak..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat menikmati puisiku ya Nov...

      Hapus
  3. Selamat hari puisi mbak Yuli..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat menikmati syair puisiku mas Lozz..

      Hapus
  4. Salam Takzim
    Puisikah?
    Susunan huruf ditulis secara hati"
    Salam takzim batavusqu

    BalasHapus
  5. wah bang.. makasih udah mampir.. emang kehati hatian masih sering saya lakukan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

Diamlah

MyRepublic, Anteng Streaming Berkat Internet Super Cepat

Cerita ABG Yang Menggairahkan