Memburu Bahasa Kalbu



Sejenak terdiam menerawang kisah yang mengganggu




seolah perbuatan mencengkrang akan kemampuan




takdir tak bisa terhindar tabir yang selalu menyulut api semangat




menakjubkan perbuatan itu




sesaat lalu menghampiri secepat kilat mengelilingi hendak pergi




gemuruh siulan menghentakkan sanubari dan mencoba mendekati




tapi ku bisa menghindari dari kejaran yang tak hakiki




menatap malam sekedar menyongsong pagi mendekap dalam seumpama masih ada haga diri




terseok melaju tersungkur di tengah penjuru




meraba makna hati, meneliti artian diri




untuk apa aku hidup dan untuk apa aku sanggup




hanya sang waktu yang dapat menunggu..dan akan berlalu




sepaham apa diri menjalani seperti apa hati memaknai




sanggup ku berbuat sanggup pula ku bertanggung jawab




hanya mahligai tekad yang bisa mnjembatani




ku tak lari.

Komentar

  1. Aku paling sulit menterjemahkan puisi 2 begini
    tapi tetap menikmatinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuuk belajar bikin puisi mas..kita nanti saling berpuisi ria..
      indah lho menuangkan alam fikiran kita disebait puisi.
      dengan hati tentunya..

      Hapus
  2. Idem sama komentar Pak Insan Robbani di atas...
    'agak susah untuk mencerna'

    tapi suka dengan bahasa-bahasa puisi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups hanya seorang dengan penjiwaannya mampu menguraikan setiap bait puisi yang tertuang..

      Hapus

Posting Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

ASUS VivoBook S Dulu Guys!

Diamlah

Cerita ABG Yang Menggairahkan