Diamlah

foto dokumen





Sesakit inikah purnama diatas yang hanya memancarkan cahaya redup dan gembira

Bahkan kuketahui ada sisa gemerlap ampas tadi siang

Dibaca dan dijabarkan, hanya peluh tanpa kesan, aku marah


Bertarung dengan kalimat yang sengaja kau uraikan, aku marah



Berdialog dengan keadaan diantara sesal dan malu, aku suka



Hilang sekejap diriku tuk bisa memahami waktu



Mencari keterangan dibilahnya jurus yang kau ajukan, aku sedikit diam



Sungguh keadaan apa ini



Lalu berdamaiku dengan sanubari, dan berkilah"biarlah



Semenjak diam kau sebarkan, lalu kutautkan diantar damar damar yang gersang



Hanya senyuman kecil tanpa arti, dan akupun menunduk


Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
4 Komentar
avatar

:)
good writing
:)
jangan marah
:)
Diamlah
:)





Balas
avatar

hehehe...Om Gus...saya udah diam dari tadi ommmmm...hehehe

Balas
avatar

Ijinkan satu kalimat Mba.

Menyapa dengans senyum persahabatan, Setelah itu diam.

Salam wisata

Balas
avatar

Hmmm..mbak..diam tuh udah jadi "poin" kok...:)

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner