Di Jalan Yang Ku Tuju

Semburat jingga yang membiaskan cahaya kemilau

Sedekat itu pula seakan ingin kuhampiri

Berjalan dengan langkah tertatih tatih

Kulirik dengan senyuman genit dan berucap

"Mau kapan?"

Kibasan harapan yang sejak lalu kubangun


Kini meronta dan menggeliat seakan pasti

Aku hanya mampu berjalan perlahan

Sebab bayanganku telah jauh meninggalkanku

Lalu kutoleh dan mencoba berdamai

"ayoo, sudah siap belum?"

Lalu berlari dan menari dengan riang

Bulan sabit merah kini menghampiriku, dan aku setuju

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
8 Komentar
avatar

Bulan sabit merah kini menghampiriku, dan aku setuju .... semoga bulan sabit yang datang mendekat adalah impian yang terwujud setalah begitu lama dinantikan - salam

Balas
avatar

selamat pagi, Mbak - adakah ide sepagi ini

Balas
avatar

pagi mbak yulia...pagi2 udah menuju bulan

Balas
avatar

waaahh..bener banget bang sam....ini emang sesuatu yang emang sudah lama kuimpikan..wish me luck yaa..
salam kembali

Balas
avatar

hmm terlalu banayk ide..mungkin hihihi
jadi belum tersalurkan..

Balas
avatar

hihihihi...sekarang menuju matahari deh..

Balas
avatar

waahh,,senyum yang mengandung arti niy mas..xixixi

salam

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner