APA AKU SUDAH MENJADI IBU YANG BAIK...??


Kutunggu anakku pulang dari sekolahnya. Namun sampai jam enam sorepun belum muncul juga, padahal jarak sekolah dari rumah tidak begitu jauh kira kira dua kiloan. Aku yang sedari tadi berpikir, ada apa dengan anakku yang satu ini? Tidak biasanya ia bersikap demikian. Lalu kucoba mengingat ingat kejadian apa yang sudah membuatnya telat pulang kerumah.

Anak sulungku ini memang agak berbeda sifat dan sikapnya dibandingkan dengan adiknya yang duduk dibangku smp kelas 2. Si sulung ini cenderung pendiam dan rajin dalam soal pendidikan apalagi dengan pelajaran yang paling ia sukai yaitu eskul silat 'tajimalelanya' Kalau sudah menyangkut eskul yang satu ini ia berani mengorbankan waktu bermainnya hanya untuk latihan dan latihan. Lain lagi dengan adiknya yang cenderung pecicilan dan supel dalam pergaulan. Banyak banget temen temenya yang datang kerumah tiap hari.

Terpikir lagi..lalu kulirik jam didinding, ko belum pulang juga, ya? Hatiku mulai ga karuan, ibu mana yang tidak mencemaskan hal ini. Ohhh, kumulai ingat kalau ternyata kemaren sore sewaktu dia pulang sekolah begitu datang langsung kuberondong pertanyaan."A, kenapa motor semakin kesini semakin ga enak dipakenya, trus itu ko banyak cacatnya?! Pasti jatuh ya..? Spontan dia menjawab, engga ko mah!! dengan nada agak emosi. Ugh jelas kumakin marah dan bla bla bla..*biasa kalo emak emak kan hobinya ngomelin anaknya*..hihihihi.

Lalu selidik punya selidik ternyata selama ini motor yang biasa dia pake buat kesekolah selalu dipinjam oleh temen temennya. Dan anakku ini ga bisa menolak atau mengatakan tidak boleh sama temennya...*tuink tuink tuink %#@*&!!!*..apa mau dikata kalau udah begitu keadaanya. Memang untuk memberi pengertian pada anak susah susah gampang ya..? apalagi sama anak yang lagi beranjak remaja. Kadang aku kebingungan sendiri harus bagaimana memberi pengertian mengenai ini.

Memang kalau menyangkut akan sebuah barang yang suka dipinjam atau dipake oleh orang lain ada takarannya. Tapi tetep aku kadang mentok ujung ujungnya marahin anak. Padahal maksud si anak sih mungkin baik ga mau ngecewain temennya tapi dia ngga memperhitungkan akibatnya. Ya, sudahlah..mungkin seiring waktu dia nantinya akan mengerti..tentunya aku sebagai orangtua tak henti hentinya memberi masukan yang bisa dia terima.

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

Previous
Next Post »
4 Komentar
avatar

Menurut aku, sebaiknya memang motor tidak terlalu gampang dipinjamkan. Sebab resikonya besar, mengingat mereka kan belum punya SIM (belum kan ya?).
Punya remaja itu memang harus tarik ulur ya mbak. Terlalu keras malah membuat mereka menjauh dari kita.

Balas
avatar

mmg sifatnya anak lelaki sangat baik dengan teman-temannya, alhasil tidak bisa dijadikan pertimbangan mana yg baik dan mana yg seharusnya tidak dilakukan

Balas
avatar

memang bener ya..musti ada tarik ulurnya dalam mendidik anak remaja sekarang..ya itu tadi seiring waktu kali ya..makasih dah mampir again mba Niken..

salam hangat

Balas
avatar

nah lo..itu dia mak Lisa Tjut..solusinya masih ngambang..hehehe

trims udh mampir ya..

salam akrab

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner