Tangisan Bayiku

Tangisan si kecil yang sedari tadi merengek terus. Aku tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas tulisanku jadi ga kelar kelar. Ada sedikit kesal di buatnya. Namun ku coba lebih bersabar lagi, dan berfikir 'hei, ini anakku lebih penting dari apapun'. Lalu sejenak ku berhentikan tuts keyboard ini untuk menemani si kacil. Ku gendong dan sambil ku nyanyikan lagu cicak di dinding, balonku ada lima, pelangi pelangi, potong bebek sampai lagunya arielpun ku dendangkan. Hihihi.Namun si kecil tetap saja menangis. Fikirku kenapa?, tidak seperti biasanya. Ku periksa badannya barangkali ada semut atau apalah namun setelah ku periksa tida ada apa apa. Ku gendong lagi si kecil ini ku ini, fikiranku tambah ga karuan. Mana kakaknya mau sekolah, sedangkan aku belum sempat masak.Tak lama kemudian si kecil tertidur lelap..haduuh ternyata dia ngantuk toh. Kutidurkan si kecil tak lupa ku ciumi terlebih dahulu. Entah mengapa tiba tiba air mataku menetes, tatkala menatap raut wajahnya. Betapa Tuhan menganugerahkan anakku ini sungguh luar biasa. Ku ciumi lagi dan lagi.

Seakan akan tak mau terlepas dari pelukan ibunya si kecil mencengkrang kuat bajuku. Mungkin dia tahu kalau ibunya sangat menyayanginya. Memang terkadang kita para ibu suka di buat bingung dengan keadaan apabila bayi kita menangis tiba tiba bahkan sampai ada yang nangisnya kejer(kencang). Setelah ku tidurkan si kecil, cepat cepat menuju dapur untuk mengolah masakan. Sambil sesekali ku cek komputerku, barangkali ada pesan yang masuk atau komen dari beberapa temanku. Hadeuhh..dasar, teteep pengen keliatan eksis di dunia maya.

Tak lupa ku buat status di fb. Lalu beranjak lagi menuju dapur takut masakanku gosong. Hmm..sudah beres, kelar sudah kerjaanku di dapur. Tapi tiba tiba si kecil terbangun sambil nangis lagi. Padahal belum lama dia tertidur. Lantas cepat cepat ku temui lalu ku gendong lagi ia terdiam dalam tangisannya, mungkin ia memang lagi pengen di pelukan ibunya, fikirku. Si kecil lalu ku ajak menemaniku di depan komputer, namun ia menangis lagi, untuk sementara tak ku hiraukan, karena ada pesan yang masuk kubalas dengan hanya pijitan satu jari. karena si kecil meronta terus kualihkan perhatiannya pada gambar gambar lucu di google untuk sejenak dia terdiam. Tapi setlah itu ia menangis lagi. Aku jadi tambah bingung di buatnya. Ya sudahlah ku matikan saja koneksi internetnya. Lalu si kakak yang hendak berangkat sekolah minta ijin pamit.

Tinggallah kami berdua, dan tetap dengan tangisannya bayiku. Ku buka bajunya yang ternyata basah oleh keringat, ohh ia minta di gantiin kali ya. Baru ia terdiam sambil menyunggingkan senyum lucunya. Aih aih..sungguh menggemaskannya anak anak ini. Ku tidurkan lagi sambil susui, ku usap rambutnya yang baru kemarin ku cukur. ia melirik dan tersenyum dan ku ajak ngobrol. Aduuhh itu lo, jawabannya aku sendiri ga ngerti, tapi kuartikan sendiri wis pokonya nyambung sama bahan celotehannya. Tapi..thupp.....mati listrik, haduh dongkolnya setengah mati, mana tulisan belum kelar. Syukurnya sih, si kecil tertidup lelap sehabis berceloteh ria tadi. Ya sudahlah fikirku emang waktunya tidur nemenin si kecil. Memang ternyata segala sesuatu itu harus sesuai dengan porsinya. Porsi ku sekarang istirahat.Ternyata tangisan si kecil banyak artinya, ya..

Komentar

Paling Banyak Dicari

Tips 2 Langkah Sangat Mudah Mengelola Gaji Harian

Peluncuran Rangkaian Make Up Martinez Profesional

ASUS VivoBook S Dulu Guys!

Diamlah

Cerita ABG Yang Menggairahkan