MENANTI

sekilas lau ku beranjak menapaki kalimat yang selalu mengajak, setiap langkah yang ku pijak seakan merebak dan sontak ku tergerak, kiasan perdu hanya menunggu kisaran waktu tentu ku buru. Langkah yang ku tuju bahasa kalbu yang ku gugu. menerima deraan meneruskan dugaan, ternyata ku mampu menuju sang waktu yang tak pernah jemu. Mengolah akal menagih janji. menelaah sesal yang di beri. Tatkala memupuk nurani tibalah sang pemberi yang menggayungi diri. Dimanakah sesaat lalu ku meretas tuk mumpuni harga diri. deru di segala penjuru dera seakan terpenjara manakala sesaat tiba di depan ku berikrar, ku pudarkan kala tak sadar. meraihmu ku mampu, mendekatimu kini ku tentu. semoga sang waktu kan sendu di tengah kalbu yang membiru.....


DI PENGHUJUNG MALAM

SERAYA REMBULAN YANG MEMBUMI, MENERAWANG SANG MALAM DI ANTARA KEGELAPANNYA
MERAYAP MENTARI DI UJUNG PAGI MERETAS WAKTU YANG SEAKAN BERJALAN DI SENJA NAN KELAM
BUAIAN TERHINDAR BELAIAN TERKAPAR NALURI TERABAIKAN. BETAPA NESTAPA DAN GUNDAH GULANA HATI SESAAT
BERGERAK TAPI TAK BERANJAK, MENGELAK SEKEDAR MERAJUK BAHWASANYA SANG BIDUK MENUNGGU DI PELUK
PAPARAN KALIMAT YANG TERSEKAT DIANTARA MAKLUMAT KU TAK BISA MENJERAT. BIMBANG MENERAWANG, GAMANG KAN HAL YANG TERKENANG. 
MENUSUK KATA LIMPAHAN FAKTA KERAP KALI TERBAURKAN DIANTARA URAIAN  YANG TAK MENJELMA.
SECERCAH CAHAYA YANG KU BANGUN, SECERAH GELOMBANG YANG MENGGULUNG, MENANGIS TAK BERTEPI MERINGIS ACAP KALI. 
DEBUR GELORA SEAKAN MELEBUR MENUNGGU HANCUR DAN TERBAUR. 

Share this :

Seorang emak dari 3 orang putra yang tinggal di Bandung. Kalau ada apa-apa bisa kontak email julayjo@gmail.com ya

First
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Untuk hidup sehat, silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus. Ingin bekerjasama? Silahkan kontak julayjo@gmail.com atau by WhatsApp 08966042124, terima kasih.

Follow My Blog

Media Partner